Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masih Ada Harapan

Dear Blog.

Tahun 2020 sungguh berkesan. Umat manusia dikejutkan dengan dampak dari pandemik korona yang menggila, menggilas segala lini kehidupan. 

Bukan hanya Indonesia, tetapi dunia dipaksa untuk mengadopsi banyak hal baru. Tentu hal ini berpengaruh bagi jalannya peradaban, diakui atau tidak.

Inilah hal yang benar-benar dirasakan oleh manusia sebagai sebuah kesatuan. Namun bagaimana diriku pribadi merasakannya?

Sungguh berat. Aku memang berfokus pada e-learning dan metode edukasi terbaru, tetapi menerapkannya secara tergesa-gesa sungguh bukan hal mudah.

Selain itu banyak hal lagi yang terjadi. Ketika aku menulis ini, bapakku sedang sakit dan besok harus cuci darah. Tentu bukan ide yang menarik, melakukan cuci darah di hari pertama 2021.

Mimpi

Tindakan adalah perwujudan dari harapan. 

Berbicara tentang mimpi, banyak yang belum aku raih. Semua list yang ada di dalam otak maupun folder-folder di komputerku juga banyak yang tidak terlaksana. Namun demikian ketika aku flashback lagi, nampaknya jalan ke sana sudah mulai terlihat.

Aku sendiri tidak begitu tertarik untuk menceritakan mimpi-mimpiku di kolom ini. Selain itu hal yang sangat personal, pada dasarnya impianku juga sering berubah-ubah sejalan dengan waktu serta keadaan.

Meski demikian, aku belajar untuk menetapkan 3 hal utama dalam hidup yang akan aku perjuangkan. Pertama, aku ingin lebih sehat. Aku berencana untuk membentuk habit yang lebih baik agar kesehatanku bisa jauh lebih terjaga dari sebelumnya.

Kedua, aku ingin meningkatkan level finansialku. Menata kembali rencana untuk meningkatkan pendapatan dan memutarnya agar menghasilkan lebih banyak uang. Ternyata menjadi kapitalis tidaklah mudah. Namun cukup menantang dan mengasyikkan.

Ketiga, aku ingin mendapatkan hal-hal yang selama ini tidak pernah aku dapatkan. Ini terlalu personal. Selain itu juga aku yakin kau tak akan begitu tertarik. Semoga kau paham. 

Fokus

Foto ilustrasi gambar tahun baru 2021
Tahun baru by @judebeck


Menjadi lebih fokus. Itu adalah sesuatu yang benar-benar akan meningkatkan harkat hidup semua orang. Terdengar mudah diucapkan tetapi akan sangat susah dilakukan.

Sebagai seorang penulis yang memiliki banyak blog serta menulis untuk aneka platform, rasa-rasanya aku harus benar-benar bijak dalam menentukan skala prioritas.

Kau mungkin akan tertawa, tetapi tahun 2020 ini cukup luar biasa. Aku bisa mendapatkan pendapatan yang cukup besar dari kegiatanku dalam menulis. Inilah yang sudah aku singgung sebelumnya, aku belum bisa kaya raya dari profesiku sebagai penulis, namun jalan ke sana sudah terlihat cukup baik.

Menjadi fokus tidaklah mudah. Aku generasi sandwich yang berasal dari keluarga proletar dengan segala kekurangannya. Mudah mengumpat dan iri pada para borjuis adalah kebiasanku. Setidaknya aku menyadarinya. Dan aku bertekat untuk mengubahnya.

Aku tak mau lagi menghabiskan waktu untuk memikirkan masalah privilege, seperti yang ramai di bahas di Twitter atau Quora. Biar mereka yang melakukannya. Kau tahu kenapa? Karena itu tak akan mengubah apapun.

Justru andaikan aku menggunakan waktuku untuk, misalnya menonton film Korea gratisan di Youtube, itu akan jauh lebih berguna.

Ada banyak hal yang harusnya kulakukan tetapi tidak ku jalankan. Sebaliknya, ada banyak yang sebenarnya tidak perlu aku pikirkan malah menjadi fokusku. Semua serba terbalik. Dan itu melelahkan. Serta tidak membawa hasil apapun.

Politik, cebong-kampret, agama, apapun itu, rasa-rasanya tidak menjadi hal yang menarik lagi. Kecuali jika aku bisa mendapatkan sesuatu dari sana. Secara halal dan etis tentu saja.

Menyusun skala prioritas tidaklah mudah. Aku sudah berhenti untuk membuat resolusi tak berguna. Aku menyadari betul siapa diriku. Resolusi terbaik adalah resolusi yang sudah terlaksana. 

Dear blog, tahun 2021 menyimpan misterinya sendiri. Aku juga tak mau berjanji untuk rutin menulis tiap hari padamu. Namun setidaknya pengalaman mengajarkan banyak hal berharga. Menulis telah menjadi nafas hidupku, dibayar atau tidak.

Dear blog, aku tentu berharap aku bisa lebih sukses di tahun ini. Namun daripada menghabiskan waktu dengan berharap, aku memilih untuk lebih sering bertindak. Tindakan adalah perwujudan dari harapan. Cukup bagus bukan untuk dijadikan quote? Aku curiga kadang aku punya bakat jadi filsuf.

Aku rasa cukup sekian untuk postingan pertama di tahun ini. Sudah lebih dari 600 kata, kalau menurut beberapa orang sudah cukup SEO. 

Oke, blog, semoga harimu menyenangkan. Jangan lupa untuk terus mencintai dirimu. Karena dengan itu kau akan selalu kuat menghadapi kenyataan. 


Dari ruang imaji.

Untuk blog personalku. 

Guritno Adi Siswoko. 

Guritno Adi Siswoko
Guritno Adi Siswoko Hi, saya seorang pengajar dan pekerja kreatif. Di sela-sela aktivitas, saya menyempatkan diri untuk rutin menulis, membuat konten, mereview makanan ataupun bersosial media. Ingin bekerja sama? Jangan ragu untuk menghubungi saya.

Posting Komentar untuk "Masih Ada Harapan"

Berlangganan via Email