Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Teknologi, Kebiasaan dan Kehidupan

Gambar
Teknologi mengubah cara manusia dalam banyak hal, mulai dari mencari nafkah hingga menghabiskan sore. Nenek moyang orang Jawa akan berkumpul di pelataran rumah seseorang untuk melekan dan mengobrol. Kini, kita larut dalam smartphone masing-masing. Entah untuk mengakaes Instagram, Slack, Teams, Netflix atau Youtube. Teknologi juga mengubah cara manusia dalam mengukur kekayaan. Bukan lagi hanya dengan kepemilikan sapi atau sawah, tetapi juga jenis mobil dan merk handphone. Pada akhirnya teknologi juga merambah ranah agama dan kepercayaan. Sesuatu yang dianggap sakral bagi sebagian orang. Lantas bagaimana kita bersikap? Tentu mereka sang penggerak perkembangan teknologi (jikalau memang ada) bisa disebut tuhan baru. Tanpa fatwa ataupun firman, mereka dengan mudah membuat kita berubah. Ada yang belum download e-money? Atau berlangganan internet?  Aku sendiri tidak percaya ada oknum yang menguasai teknologi dan mendikte umat manusia untuk harus ini itu.  Ketika melihat orang Tengger, masyara

Pecel Pincuk Ponorogo Sebelah Tobaku Sidoarjo

Gambar
Satu kata saja : mantab! Untuk Anda pecinta pecel harus coba menikmati sajian di sini, warung Pecel Ponorogo sebelah Tobaku Sidoarjo. Kalau urusan pecel, sebenarnya bisa di-break down jadi 4 unsur : nasi, sayuran, lauk dan sambal. Nasinya hangat, tidak lembek dan porsinya cukup itu sudah mantul banget. Sayang banyak penjual pecel yang gagal di sisi ini. Padahal ini poin paling mudah untuk diakselerasi. Kedua soal sayuran. Ada penjual pecel yang ga niat. Sayuran cuma bayam dan tidak segar pula. Padahal kalau mau sukses, berkorbanlah sedikit. Simpan sayuran di kulkas. Juga masalah variasi sayuran harus dipertimbangkan. Khusus di warung pecel super mantul ini, sayurannya lumayan lengkap.  Lauk adalah primadona. Kenapa warung yang satu ini rame. Karena punya ciri khas : lauk bejibun. Customer jadi punya pilihan banyak. Ada ati, rendang, ayam, tempe, perkedel, telur, dll. Sambal is the king. Jangan kira cuma kacang diblender diberi cabe dan air. Saya yakin ada tambahan tersendiri yang membu

Credit Union, Lebih Dari Sekedar Koperasi

Gambar
Saya tergabung dengan 3 koperasi sekaligus, dan dari semuanya itu ada satu yang unik. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman berkoperasi di Credit Union. Jikalau Anda belum mengenal apa itu Credit Union dan bahkan baru mengetahuinya saat ini, maka bisa saya tebak : Anda mungkin berpikiran ini adalah lembaga tukang kredit. Tidak sepenuhnya salah karena CU ketika hadir di Indonesia akan memakai nama kopdit alias koperasi kredit. Namun ada hal yang ingin saya garis bawahi : sudah tahukah Anda arti kata credit/kredit? Kredit atau credit berasal dari kata credere yang artinya adalah 'kepercayaan'. Jadi CU alias credit union merupakan kumpulan atau perhimpunan orang yang saling percaya.  Anda bisa mencari tahu lebih lanjut perihal falsafah CU namun saya akan berbagi sedikit perihal sejarah CU demi meluruskan anggapan arti sebenarnya dari koperasi kredit. Pada suatu masa terjadi paceklik hebat yang membuat warga miskin menderita. Tuan Friedrich Raiffeisen yang pada saat itu jadi walik

Setelah Bapak Pergi

Gambar
Sungguh benar terasa ada yang hilang. Entah ketika aku pulang kerja. Atau seusai aku mandi sore. Tidak ada lagi yang menyapaku setelah penat beraktivitas. Atau mengajak bercengkerama memungkasi senja. Rasa kehilangan ada karena kita pernah punya rasa memiliki. Nampaknya itu benar adanya. Setiap yang hidup pasti mati. Setiap awal pasti punya akhir. Hanya kenangan yang terus tertinggal. Kenangan tentang sosok bapak yang penuh kisah haru biru. Pusara bapak Dunia akan tetap berputar mengelilingi matahari. Hujan akan tetap turun pada masanya. Dan yang datang suatu saat akan pergi. Semua hanya urusan waktu. Namun manusia tidak hanya terdiri dari tubuh dan otak, melainkan juga memori dan serpihan kisah yang saling menyatu membentuk identitas serta jati dirinya. Bapak tidak akan pernah kembali, meski aku menangis semalaman. Hanya ikhlas yang ingin kudapat. Setidaknya bapak tak lagi merasa sakit. Lima tahun rutin cuci darah adalah sebuah hal yang jauh dari kata nikmat. Bapak, kenanganmu akan se

Makan Sushi 20 ribuan di Surabaya

Gambar
Jadi ceritanya tahun lalu di senja yang gerimis, daku dan mbak bojo lagi pingin jalan-jalan. Carilah kita tempat makan enak dari Google dan Gojek. Eh, ketemu beberapa target. Cuz langsung meluncur naik motor di tengah gerimis manja nan syahdu. Tapi apa hasilnya? Kecewa gaes! Banyak jalan di portal. Ditutup pake pager. Ini yang bangun jalan warga setempat apa negara ya? Apa ga malah merugikan diri sendiri, contoh : kayak kasus saya. Punya usaha, mau didatangi pengunjung, eh bingung nyasar karena jalan-jalannya diportal.  Yaudah, kami ga maulah abis di jalan bos. Muter-muter ga jelas. Akhirnya kita cari makan yang beneran. Yang pinggir jalan.  Nah waktu lewat Gayungsari, kita nemu ada spot makan yang cukup mentereng. Namanya Wasabi Food Court. Dulu pernah beli jasuke mozarella viral di sini. Yaudah, berhenti terus makan deh.  Beli Sushi di Gayungsari. Mbak bojo penasaran sama sushinya. Daku juga. Akhirnya kita pesen sushi di sana. Harganya murmer. Makan sushi harga 20 ribuan di Surabaya?