Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Boneka Hantu (Bagian 1)

Namaku Linda dan inilah cerita horor yang aku alami. Sebelumnya ijinkan aku memperkenalkan diri. Aku seorang mahasiswi tingkat tiga di sebuah universitas ternama di negeri ini. Aku tinggal bersama seorang teman wanita, sebut saja dia Yoon Ah.

Aku dan Yoon Ah sudah lama tinggal bersama, sehingga kami saling mengenal. Aku beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga besarnya di desa. Ayahnya seorang jaksa desa sedang ibunya guru sejarah. Ia punya dua adik kembar yang masih kecil. Mereka cukup kaya dan bahkan punya beberapa ladang tebu dan toko penyulingan bir. 

Yoon Ah sangat cantik. Dia punya banyak penggemar rahasia di kampus. Selain itu dia juga cukup pintar bergaul. Orangnya ramah dan selalu memulai obrolan kepada siapa saja.

Suatu saat Yoon Ah dan aku berjalan-jalan di distrik tetangga. Kami baru saja dari rumah Pak Yong Ji, seorang dosen ekonomi mikro. Karena hujan lebat, kami terlambat ke stasiun. Aku dan Yoon Ah harus menunggu kereta berikutnya cukup lama.

Hingga kemudian jam menunjukkan pukul 11. Yoon Ah lapar. Ia mengajakku pergi ke sebuah toko di perempatan. Aku sebenarnya ingin menemaninya tetapi aku sedang mengobrol dengan pacarku dari handphone. Akhirnya Yoon Ah pergi sendiri.

Hampir satu jam Yoon Ah pergi, lalu ia kembali. Ia tidak sendiri. Ia membawa sebuah benda asing yang cukup besar di tangannya. Ternyata itu adalah sebuah boneka. 

cerbung misteri boneka hantu
cerbung misteri boneka hantu

Boneka itu bagiku tidak menarik, bahkan cenderung mengerikan. Tingginya sekitar 40 sentimeter dengan rambut panjang terurai, mata sipit, pipi terlalu besar, kulit kusam dan gigi yang tidak lengkap. Kata temanku, seseorang menjualnya dengan harga murah agar bisa beli tiket kereta. Yoon Ah yang kasian akhirnya membelinya.

"Tenang, aku akan membuangnya sesampainya di apartemen," jawabnya ketika aku memintanya membuang saja boneka itu.

Di kereta, kami tertidur. Lalu aku terbangun karena mendengar tawa seorang anak kecil yang cukup nyaring. Ketika kubuka mata, seorang anak dengan wajah jelek ada di hadapanku. Ia tersenyum lebar lalu mencekikku. Aku terbatuk dan rasanya mau mati. Saat itulah aku terbangun. Ternyata itu hanya mimpi.

Entah kenapa sesampai di apartemen, kami langsung berpisah dan masuk kamar masing-masing. Dan aku lupa tentang boneka itu.

Beberapa hari, aku baru sadar ternyata boneka itu ada di kamar Yoon Ah. Dan sejak saat itu dia menjadi aneh. Seperti siang itu, dia bercerita bahwa ibunya sangat jahat dan sering memukulinya ketika ayahnya pergi.

"Hah, apa kau yakin? Kau tidak pernah bercerita tentang hal itu sebelumnya," Aku bertanya heran sambil memandang matanya. Ia mengalihkan pandanganya sambil terus bercerita bagaimana ibunya sering menyiksanya dan adiknya. 

Ia juga pernah memaksaku untuk membelikannya es krim rasa coklat. Semua orang suka es krim tetapi hal ini terasa aneh bagikut. Membeli es krim di musim dingin rasanya bukan hal yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Di atas adalah contoh dari banyak sekali kelakuan anehnya. Dan yang paling aneh, setiap sore, dia selalu menyanyikan lagu-lagu anak-anak sambil memangku boneka itu. Bukan itu saja, setiap malam aku mendengar dia seperti menceritakan dongeng pada boneka itu sebelum tidur. 

Cerita Selanjutnya

Posting Komentar untuk "Boneka Hantu (Bagian 1)"