Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Boneka Hantu (Bagian 4)

Ada yang aneh dari kematian Tuan Joo. Menurut istrinya, sang suami sehat bugar. Bahkan pagi hari di hari kematiannya, dia menemani sang suami jalan pagi.

Polisi menetapkan Tuan Joo mati karena serangan jantung. Anehnya, dia mati di jalan dekat apartemen kami. Padahal rumahnya cukup jauh dari situ. Apa yang sebenarnya terjadi?

Saat aku bercerita dengan David, pacarku, justru handphone-nya tidak bisa dihubungi. Dia juga seperti hilang ditelan bumi. Aneh sekali. Padahal tak pernah ia begini sebelumnya. 

Ketika aku pergi ke kosannya, David sudah pindah sehari sebelumnya. Apakah dia terlibat pinjol? Atau ada masalah lain? Hal tersebut makin membuatku gila.

Di saat seperti itu, aku mulai merasa ada yang janggal dengan diriku. Setiap malam aku mendengar suara langkah-langkah kecil seperti milik seorang anak. Dia mondar-mandir di depan pintu kamarku. 

Kebiasaan Yoon Ah juga makin aneh. Dia terlihat sering menangis di depan boneka jelek itu. Bahkan dia menyebut nama Tuan Joo dan David. Semua kejanggalan ini makin tidak bisa kuterima. 

Ayahku menyarankan agar aku pindah. Pamanku datang dan langsung membantuku mengemasi barang-barang. 

Sore itu, aku berpamitan dengan Nyonya Joo. Yoon Ah seperti bisa diduga tidak mau ikut pindah. Ia sebenarnya mau, tetapi harus membawa boneka itu. Tentu saja aku menolaknya.

cerbung Boneka Hantu (Bagian 4)
cerbung Boneka Hantu (Bagian 4)

Apartemen baruku tidak bagus. Selain kecil dan kusam, juga jauh dari kampus. Tetapi tetanggaku semuanya baik. Ada keluarga pekerja sederhana, seorang penulis manga, atlet tenis amatir dan kakek tua penjual sepatu. Semuanya ramah dan bahkan membuatkan sebuah pesta menyambutku sebagai penghuni baru. Setelah semua beres, pamanku pulang kembali ke desa.

Seminggu kemudian, aku tak sengaja bertemu Nyonya Joo. Katanya setelah aku pindah, ada delapan penghuni yang juga pindah. Alasan mereka aneh-aneh. Ada yang merasa diintip oleh seorang anak kecil. Ada yang mendengar suara tangisan kencang sekali. Tetapi setelah Nyonya Joo memeriksa CCTV, tidak ada apapun yang mencurigakan.

"Mungkin memang lebih baik aku jual saja apartemen itu." Nyonya Joo mengakhiri ceritanya.

Aku berusaha membuatnya kuat. Kukatakan bahwa apartemen adalah investasi terbaik saat ini. Selain bisa mendatangkan passive income, biaya perawatannya sebenarnya juga masih terlampau kecil dibanding pemasukannya.

"Terima kasih Linda. Ohya, apa kau pindah ke kos David, pacarmu?"

"Tidak, Nyonya. Dia bahkan tidak bisa kuhubungi."

"Aneh. Padahal sehari sebelum kematiannya, suamiku mengajak David bertemu. Mereka berdua berencana untuk mengunjungi kamar apartemen kalian. Katanya ada yang perlu dibereskan."

Seketika aku terkejut. Apakah hilangnya David ada hubungannya dengan keanehan Yoon Ah selama ini. Keringatku bercucuran. Aku harus segera mencari David dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

Cerita Selanjutnya | Cerita Sebelumnya

Posting Komentar untuk "Boneka Hantu (Bagian 4)"