Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Boneka Hantu (Bagian 5)

Ternyata susah sekali mencari David. Aku sudah bertanya kepada semua teman dekatnya tetapi tidak ada yang mengetahuinya. Dugaanku, David sudah pulang ke rumah orang tuanya di pulau seberang. Jika benar, maka kini selain kehilangan Tuan Joo aku juga kehilangan David.

Lalu aku coba merenung. Semua masalah dan keanehan ini bermula dari Yoon Ah dan boneka terkutuknya. Lalu ketika aku ingat-ingat lagi, ternyata wajah anak kecil yang ada di mimpiku saat itu persis dengan wajah boneka tersebut. 

Akupun menghubungi Nyonya Joo sekali lagi dan bertanya apakah Tuan Joo pernah menceritakan sesuatu tentang Yoon Ah.

"Ohya, bagaimana aku bisa lupa. Ada secarik kertas bertuliskan namamu dan Yoon Ah di saku baju suamiku. Aku pikir ini hanya kuitansi biasa namun ada alamat yang tertulis di situ. Apakah itu penting bagimu?"

Setelah mendapatkan secarik kertas itu, aku sangat terkejut. Alamat ini ada di distrik tempat aku dan Yoon Ah beberapa waktu yang lalu pernah mengadakan riset. 

Jadi waktu itu aku dan Yoon Ah mengadakan riset tentang desas-desus pembantaian sebuah sekte sesat yang dilakukan oleh para warga. Mereka semua digantung dan rumahnya dibakar. Namun karena riset itu memakan waktu cukup panjang, kami jadi telat pulang. Kami nyaris bermalam di stasiun jika tidak ada kereta cadangan. Dan disaat itulah Yoon Ah mendapatkan boneka itu entah dari siapa. 

Liburan tinggal beberapa minggu. Aku berencana mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku memesan sebuah travel untuk pergi ke distrik itu sendirian. 

cerbung Boneka Hantu (Bagian 5)
cerbung Boneka Hantu (Bagian 5)

Travel itu berbentuk mobil minibus dengan 18 penumpang. Kami semua punya tujuan yang sama, yaitu ke distrik tersebut.

Pukul 11 siang, aku sampai. Sebelum menuju ke alamat yang dituju, aku mampi ke sebuah restoran untuk makan siang. Di sana aku memesan sup asparagus dan kentang bakar keju untuk makanan pembuka. Untuk makanan inti, restoran mewah ini punya menu yang luar biasa, yakni nasi hangat, sayur lodeh lombok dan ikan asin. 

Setelah kenyang, akupun melanjutkan perjalanan. Aku masuk ke daerah yang penuh dengan rumah-rumah yang sudah tidak dihuni. Suasananya sepi dan senyap, tidak ada manusia satupun kulihat. Jalan di depanku panjang dan lurus, dengan gang-gang sempit di sisi kiri dan kanan. Rasa-rasanya tempat ini seperti kota mati.

Aku sadar, sejak di restoran aku sudah dibuntuti. Apakah itu anak kecil terkutuk yang selama ini menggangguku? Aku makin mempercepat langkahku tapi tidak ada manusia satupun yang bisa kumintai tolong. Langkah di belakangku makin terdengar. Ketika ku balik badan, tidak ada satupun orang kulihat. Dia pasti bersembunyi di salah satu lorong gang. 

Akupun berlari hingga tak sengaja kakiku terantuk batu. Aku meringis kesakitan. Sambil tetap ketakutan. Aku tutupi mukaku sambil menangis. Tetapi tidak ada yang terjadi. Setelah kubuka mata, kulihat sebuah tangan terulur. 

Malam itu aku dan David menghabiskan waktu di pasar sambil menikmati seblak bakar dan es teh. Kami bercerita panjang lebar. Kutanya apa yang sebenarnya terjadi, tetapi jawabannya membuatkuk makin merinding ketakutan.

Jadi setelah aku dan Yoon Ah pergi ke desa, David ditelpon oleh Tuan Joo. Mereka berencana masuk ke unit apartemenku dan membakar boneka yang aku ceritakan. 

Tuan Joo sudah berkali-kali mengingatkan David agar dia hati-hati karena pria itu sadar mereka sedang menghadapi sesuatu yang tidak biasa.

Setelah berhasil membawa boneka itu keluar, David dan Tuan Joo berencana membakarnya di kuburan. Mereka lalu pergi bersama untuk membeli minyak tanah. dan dupa. Saat itu matahari sudah mulai tenggelam dan suasana gelap menyelimuti. Tiba-tiba ada yang memanggil. Mereka berdua membalikkan badan.

Apa yang dikatakan David sungguh mengerikan. Mereka berdua melihat seorang anak kecil yang buruk rupa. Yang mengerikan adalah wajah dan pakaiannya mirip dengan boneka yang mereka bawa.

Anak kecil itu tersenyum, lalu tertawa. Memperlihatkan taring yang panjang keluar. Matanya juga berubah jadi hitam pekat. Saat itulah David dan Tuan Joo terpaku seperti es, tidak bisa bergerak sama sekali. Anak kecil itu terbang menuju ke arah Tuan Joo. Muakanya dihadapkan persis di mata pria tua tak bersalah itu. Ia lalu bertanya, "apakah aku cantik?"

Tuan Joo menggeleng. Anak itu tampak gusar. Ia lalu menyentuh dada kiri Tuan Joo. Pria itu menjerit kesakitan. Tetapi kemudian ia mengeluarkan cermin kecil dan menghadapkan ke arah anak itu, sehingga ia bisa melihat wajahnya sendiri. Anak kecil itu menjerit dan terpental. Saat itulah Tuan Joo memerintahkan David untuk lari. 

Keesokan harinya David langsung pergi dari kosnya dan menyelidiki asal boneka itu. Dia juga diteror anak terkutuk itu dalam tidurnya sehingga ia memilih menginap di gereja untuk sementara waktu.

"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" Aku bertanya. David menghela napas panjang. Dia lalu berkata sebuah kalimat yang membuat bulu kudukku merinding.

"Anak itu menginginkan tubuh Yoon Ah sebagai pengganti dirinya."

Cerita Selanjutnya | Cerita Sebelumnya 

Posting Komentar untuk "Boneka Hantu (Bagian 5)"