Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Boneka Hantu (Bagian 7)

Kami bertiga bertemu di sebuah kafe tak jauh dari apartemen Yoon Ah. Jansen sudah menduga bahwa ada yang tak beres dengan pacarnya itu. Dia setuju dengan rencana David dan aku untuk segera mengambil boneka setan itu lalu membakarnya. 

Malam itu, kami bertiga langsung masuk ke apartemen. Ternyata, semua orang sudah tidak ada. Apakah mereka semua juga pindah seperti penghuni yang lain. Kasihan sekali, karena boneka terkutuk itu, maka bisnis almarhum Tuan Joo jadi hancur.

"Ini aneh," ucap David.

"Apa maksudmu?" Janses menimpali.

"Harusnya Kirei membentuk sebuah sekte sesat lainnya. Ia bisa menggunakan para penghuni apartemen," jawab David.

"Mungkin tawaran setan itu tidak lagi menarik. Bukankah sekarang sudah ada skincare." Jawabku.

Akhirnya kami mulai memasuki apartemen itu. Saat berada di depan kamar Yoon Ah, aku sedikit gugup. David langsung mendobrak pintu. Kami bertiga masuk. 

Begitu masuk, bau busuk menyengat hidung. Keadaan kamar sudah acak-acakan. Kami melangkah semakin masuk. Lalu aku dengar pintu dibanting keras. Saat kami berbalik sudah ada anak jahaman itu. Di tangannya ada tali yang ujungnya menambat pada cincin yang mengalungi leher Yoon Ah.

"Teman-teman, cepat lari. Selamatkan diri kalian," Yoon Ah menjerit.

"Terlambat, sebentar lagi kalian akan menyusul gadis cantik ini untuk menjadi budakku!" Kalimat itu langsung disusul suara tertawa jelek seperti kuntilanak.

"Kalian semua akan mati dan menjadi budakku."

"Tidak akan. Kamilah yang akan memusnahkanmu!" Jansen berteriak sambil mengambil cermin. Setan itu ketakutan. 

"Lihatlah wajah burukmu. Kau memang iblis terkutuk!" David menambahi. 

Aku langsung menyiram setan itu dengan air suci dari gereja. Ia meronta seperti terbakar. Lalu ia memalingkan mukanya dan wajahnya bertambah jelek. Matanya menjadi merah menyala. Lalu kami terpental.

Ia terbang menghampiriku lalu mencekikku. Kulihat taringnya panjang keluar dari mulutnya. Matanya semakin memerah. David dan Jansen berusaha menyelamatkanku tetapi sia-sia. Cengkeramannya makin kuat.

Saat itulah Yoon Ah datang. Dia membawa boneka terkutuk itu. 

"Kirei. Aku tahu perasaanmu. Kau disiksa keluargamu. Tidak ada yang mempedulikanmu. Tetapi itu bukan alasan kau berbuat jahat. Aku tahu masih ada kebaikan dalam hatimu," ucapan Yoon Ah begitu lembut. Sambil terisak ia memandang Kirei tanpa rasa takut. Lalu Jansen melemparkan sebuah pemantik. 

"Yoon Ah, ambil pemantik itu dan segera bakar."

"Ayo Yoon Ah, jangan buang waktu!" Aku berteriak.

"Tidak!"

Ucapan Yoon Ah membuat kami terbelalak. Ia dengan wajah polosnya tetap memegang boneka itu, tetapi tidak membakarnya.

"Aku tahu, saat aku membakar boneka ini, kau akan mati Kirei. Tetapi iblis itu akan tetap hidup dan bergetanyangan, mencari korban berikutnya." Yoon Ah berbicara sambil menangis.

"Kau memang diperlakukan tidak adil oleh kehidupan ini. Banyak orang berbuat jahat padamu. Tetapi itu bukan alasan kau jadi boneka bagi iblis itu. Sadarlah Kirei. Kau telah diperbudak oleh iblis itu. Dia sama sekali tak peduli padamu." Ucapan Yoon Ah membuat kami bingung.

"Aku tahu bahwa kau dan iblis itu terikat perjanjian. Maka aku tawarkan sebuah perjanjian. Milikilah tubuhku dan jiwaku, tetapi bebaskan semua orang yang pernah jadi korban kejahatan setan itu."

"Jangan sok jadi malaikat, sayang. Aku sudah tidak percaya pada siapapun. Semua orang pada dasarnya adalah iblis. Hati-hati pada apa yang kau katakan atau jiwamu akan selamanya jadi budakku!"

"Tidak Kirei. Percayalah, masih banyak orang baik. Aku tahu kau sudah memilihku karena kau iri padaku. Pada kehidupanku. Maka kuikhlaskan semua padamu. Bebaskan semua yang jadi korban iblis itu, dan ambillah aku. Aku ikhlas."

Ajaib. Ucapan Yoon Ah tiba-tiba membuat wujud anak setan itu kembali seperti anak manusia seperti lainnya. Ia bahkan menangis. Ia lalu menggerakkan tangannya dan dari tembok muncullah wajah-wajah orang yang menjadi korban kejahatan iblis itu.

"Aku sudah hidup bersama iblis ini hampir puluhan tahun. Aku akan bebaskan semuanya, termasuk teman-temanmu. Aku hanya akan mengambil jiwamu!" Ia menjawab lirih.

"Benar. Tapi kau juga harus membebaskan jiwamu, Kirei. Kau adalah budak. Kau adalah juga korban dari iblis terkutuk ini!"

Anak itu terbelalak. Ia seperti sadar akan sesuatu. Ucapan Yoon Ah menusuk jiwanya, membuatnya malu.

"Aku tahu aku bisa membakar boneka ini tapi itu tidak akan membebaskanmu. Sedang setan itu akan terus hidup. Sekarang, bebaskan juga dirimu dan jadikan aku sebagai penggantimu."

Lalu tiba-tiba anak itu berubah jadi bentuk yag mengerikan. Dari kepalanya keluar tanduk dan mukanya berubah seperti kambing. Ia juga bertambah tinggi dan dadanya membusung keluar. Dari mulutnya keluar lidah yang bentuknya seperti ular. 

"Kau mau mempengaruhi anak ini? Itu tidak akan berhasil. Dia akan jadi budakku selamanya, sama seperti kau. Perjanjian sudah disahkan. Jiwamu milikku!"

Tiba-tiba iblis itu mendekati Yoon Ah. Namun kurang satu langkah, ia memegang kepalanya. Kirei nampaknya berusaha menguasai iblis itu. Ia lalu berkata.

"Yoon Ah. Ini Kirei. Cepat ajak semua temanmu keluar!"

Lalu iblis itu tersenyum. Ia bahkan menangis. Ia lalu meniup tembok, tempat jiwa-jiwa manusia yang jadi korban setan tersebut. Lalu mereka semua keluar dari tembok, seperti kepulan asap. Mereka membumbung tinggi menuju dimensi lain. Beberapa mengucapkan terima kasih pada Yoon Ah.

Setelah semua jiwa itu pergi, Yoon Ah justru menghampiri iblis itu dan memeluknya. Kini wujud iblis itu kembali menjadi Kirei, anak lugu yang selalu menjadi korban kejahatan orang-orang di sekelilingnya.

"Pergilah Yoon Ah. Terima kasih sudah mengijinkanku memakai tubuhmu untuk sementara waktu. Aku tak bisa melepaskan diri dari setan ini. Kejahatanku sudah terlampau berat. Aku akan menyeret setan ini ke neraka."

Lalu ia melemparkan Yoon Ah ke tembok. Sedang Ia mengambil pemantik dan membakar boneka itu. 

"Aku cabut perjanjian kita. Terima kasih Kak Yoon Ah. Kau manusia yang penuh kasih sayang." Lalu boneka itu terbakar. Kireipun menjadi kepulan asap dan kemudian lenyap. Terdengar suara iblis yang meraung kesakitan. 

Boneka Hantu (Bagian 7)
cerbung Boneka Hantu (Bagian 7)


Esoknya kami berempat pergi ke sebuah panti asuhan. Yoon Ah membagikan coklat dan sweater kepada anak-anak panti. Panti asuhan itu didirikan untuk menampung anak-anak yang kabur karena dianiyaya orang tuanya. 

Seorang anak terlihat murung di pojokan. Ia nampaknya sering dibully anak lainnya. Yoon Ah mendekatinya lalu mereka bercerita. Ia mengatakan akan menegur anak-anak yang jahat padanya, jadi ia tak perlu khawatir. Lalu Yoon Ah memberikan sebuah kotak hadiah pada anak itu.

Sorenya kami berkumpul di rumah Nyonya Joo. Kami makan malam bersama. Hari itu adalah malam Natal. Kami semua bersukacita sampai malam. Sementara itu, di sebuah kamar di panti asuhan. Seorang anak membuka kotak hadiah yang tadi siang diberikan padanya. Ternyata itu sebuah boneka. Anehnya, boneka itu jelek sekali. Dan matanya merah. 

Baca Cerita Sebelumnya | Tamat

Posting Komentar untuk "Boneka Hantu (Bagian 7)"