Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia dan Obsesi Pribadinya

Aku jadi mikir : andaikan manusia menghilangkan ego untuk memperbudak sesamanya, mencari kekayaan fana berupa uang bertumpuk-tumpuk dan berperang atas nama apapun / siapapun, mungkin kita sudah membuat koloni di bulan atau mars.

Namun sudah terbukti bahwa manusia memang serigala bagi sesamanya. Mereka suka menjegal satu sama lain serta menguasai sesamanya untuk kemudian dieksploitasi.

Manusia dan Obsesi Pribadinya
obsesi

Padahal manusia memiliki banyak hal luar biasa. Tidak punya sayap tapi bisa terbang lebih tinggi dari rajawali. Tidak punya insang tapi mampu berjalan-jalan di dasar laut. Manusia bisa dan sebenarnya mampu untuk berpetualang lebih jauh lagi daripada hari ini.

Bayangkan saja, masih harus dipusingkan dengan gangster macam ISIS, konflik berkepanjangan di berbagai belahan dunia, manusia masih mampu mengintip planet-planet yang jauhnya tidak terkira dari bumi. Apalagi jika kita bisa bersatu.

Apakah mungkin para pemimpin dunia yang rebutan minyak dan gemar memaksakan keyakinannya pada orang lain itu tidak menyadari potensi jika umat manusia bersatu dan menghentikan konflik tak berujung ini? Seharusnya mereka mampu, tapi mungkin tidak mau.

Sudah jelas terpampang bahwa banyak orang lebih mementingkan kepentingan jangka pendek dan egoisme golongan mereka daripada kemajuan yang bisa didapatkan jika mau meruntuhkan ambisi pribadi serta bersatu sebagai sebuah spesies yang hebat.

Kita tidak bisa berharap adanya Superman atau Avangers, kita harus siap dengan segala hal yang bisa memusnahkan eksistensi kita dari planet ini. Kelaparan, menipisnya sumber daya air dan ledakan penduduk. Semua itu jauh lebih mengerikan. 

Ada quote yang menarik dari Karl Marx : Banyak orang menguraikan dunia padahal yang terpenting adalah mengubahnya. Di sinilah bisa kita lihat bahwa orang-orang justru menghabiskan energi pada hal yang kurang esensial. Memaksakan keyakinannya dan akhirnya berujung perang. Itulah juga salah satu masalah utama yang harusnya sudah lenyap seiring jaman baru yang datang. Tapi apa buktinya? Hal itu makin umum terjadi.

Ngomong-ngomong tentang Karl Marx, kegagalan komunisme juga adalah bukti bahwa individualisme manusia sangat tinggi kadarnya. Mereka susah diatur dan gemar mengeksploitasi sesamanya. 

Apakah nanti cerita Noah akan terulang? Tuhan menseleksi beberapa manusia sedang sisanya akan dibinasakan? Bisa jadi. Tapi nanti ketika manusia sudah berkoloni dan berkembang biak, rasa-rasanya konflik antar manusia akan tetap muncul. 

Posting Komentar untuk "Manusia dan Obsesi Pribadinya"