Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Spiderman No Way Home : Multiverse dan Imajinasi Bocah Nolep

Ada satu hal yang menarik yang aku dapatkan setelah menonton Spiderman No Way Home, yakni konsep tentang multiverse. 

Multiverse adalah keyakinan bahwa ada dunia yang mirip dengan dunia saat ini namun dengan kondisi yang berbeda. Misalkan, di dunia ini Jokowi jadi presiden, orang-orang suka main Tiktok dan aku sangat mencintaimu. Di dunia lain bisa saja kondisinya berbeda, seperti Prabowo yang menang pemilu, orang-orang sukanya main Bigo dan kamu yang mencintaiku.

Uniknya, tidak hanya ada satu dunia lain, melainkan banyak. Jadinya kemungkinan-kemungkin tentang kondisi yang terjadi menjadi tidak terbatas.

Dalam Spiderman No Way Home, diceritakan ada tiga universe. Pertama tentu saja sebuah dunia dimana Spidermannya adalah bocil tolol lugu yang mati-matian mau masuk MIT, punya pacar namanya Michelle Jones serta teman yang tidak kalah nolepnya bernama Ned. 

Di universe kedua, yang jadi spiderman adalah tokoh jagoan kita Tobey Maguire yang berpacaran dengan wanita seksi aduhay pujaan seluruh semesta bernama Marry Jane serta punya teman sekaligus musuh yakni Harry Osborn. 

Di universe yang lain, yang jadi Spiderman adalah Andrew Garfield yang lagaknya kaya-kaya badboy dengan pacar bernama Gwen. 

Karena ke-gblg-kan spiderman yang pertama, ketiga universe itu tercampur aduk. Maka bukan hanya para Spiderman yang saling bertemu, villain dari ketiganya juga hadir. Bayangkan, akan seperti apa dunia yang diisi manusia kadal, doktor psikopat bertentakel besi, pasir yang bisa ngomong sampai siluman listrik. 

Mulitiverse dan Imajinasi Bocah Nolep
Multiverse

Dunia penuh dengan misteri. Apa yang dahulu dianggap hanya impian dan konsep kosong bisa saja jadi kenyataan. Lalu bagaimana dengan multiverse? Apakah ada dunia lain dimana Jerman yang menang Perang Dunia II, manusia yang kecepatan evolusinya disalip bekantan atau aku tidak lagi mencintaimu?

Tentu saja jika berpegang pada konsep 'semua bisa terjadi', kemungkin akan kondisi seperti itu bisa saja ada. 

Namun ada suatu fenomena menarik, yakni ketika seseorang sudah mulai putus asa akan kehidupannya yang sekarang, ia jadi jauh lebih kreatif. Misal berkhayal menciptakan mesin waktu dan menggagalkan serangkaian sumber kesialannya di masa lalu agar hidupnya sekarang jauh lebih baik. Atau ya itu, membayangkan dirinya di universe yang lain, apakah sudah sekaya Harry Tanoe atau menikahi Anya Geraldine.

Multiverse hanyalah omong kosong. Setidaknya sampai saat ini. Dunia sekarang adalah satu-satunya dunia nyata yang harus kita hadapi, segetir apapun itu. Mungkin kau kalah main dan jadi gembel, punya pasangan yang konyolnya setengah modar atau gagal melulu daftar PNS, ya itulah kenyataan. Membayangkan dirimu menciptakan portal untuk kembali ke masa lalu tidak akan membantu sama sekali. 

Akupun masih di sini. Ngopi sachetan sambil sebat dan ngeblog. Entah katanya Cina sedang perang lawan Taiwan atau kelompok Illuminati sedang merencanakan kiamat, itu sedikit banyak tidak akan berpengaruh pada diriku saat ini. 

Aku juga berpikir, apakah hanya bocah nolep yang punya imajinasi multiverse? Apakah orang-orang mahakaya seperti Rafi Ahmad, Siska Kohl dan Jeff Bezos juga punya imajinasi tentang multiverse? Mungkin saja. Tetapi setidaknya di mata orang-orang privilege yang mereka punyai sudah lebih dari cukup untuk menghadapi universe yang saat ini mereka tempati.

Spiderman No Way Home punya ending yang sebenarnya cukup bikin nyesek tapi masih bisa disebut menyenangkan. Peter berhasil masuk MIT. Juga musuhnya berhasil di kirim ke universe asal mereka masing-masing setelah berhasil dijinakkan. Tetapi ingatan orang-orang akan dirinya terhapus total. 

Justru ini bagus sih. Bayangkan, di Jepang, orang harus bayar mahal jika ingin memulai hidup baru dan melarikan diri dari kehidupan mereka sebelumnya. Orang-orang ini namanya Jouhatsu atau dalam Bahasa Indonesia artinya menguap.

Mungkin Jouhatsu ini adalah pengejewantahan dari multiverse yang paling nyata. Alih-alih meminta Doctor Strange membuka portal, mereka membayar sebuah perusahaan untuk menghilangkan identitas mereka. Ide yang bagus sih, tetapi tentu biaya yang dikeluarkan juga besar.

Ada quote yang cukup menarik. Burung tidak menempatkan kepercayaan mereka pada seberapa kuat ranting pohon yang mereka hinggapi. Mereka percaya pada sayap mereka yang akan membuat mereka terbang ketika nanti ranting itu patah. Cukup menarik. Quote itu senantiasa mengingatkan kita akan kekuataan kita sendiri dan jangan menaruh hidup kita pada orang lain.

Akupun belajar untuk menerima semua ke-apesan yang aku terima di unverse ini. Segala keputusan salah yang terus aku sesali. Semua kegagalan yang aku alami. Itu adalah pembelajaran untuk membuatku (harusnya) jadi jauh lebih kuat. 

Ketika seseorang sudah benar-benar percaya pada kekuatan dirinya, ia tidak akan ragu untuk menghadapi apapun di depannya. 

Jadi daripada percaya pada Marvel mengenai konsep multiverse, lebih baik kita tempa diri kita menjadi lebih kuat. Bukankah dimanapun keapesan dan kesialan akan selalu ada, baik di universe ini ataupun di universe lain.

Walau begitu, jika memang universe lain ada, aku harap diriku di sana jauh lebih berbahagia, bisa menikmati senja dengan nyaman dan tetap mencintaimu seutuhnya. Hasyek! 

#journaling #randomthoughts 

Posting Komentar untuk "Spiderman No Way Home : Multiverse dan Imajinasi Bocah Nolep"