Tuesday, August 11, 2020

,

Adolf Hitler, Salah Satu Pemimpin Paling Absurd Dalam Sejarah

Malam temaram yang disertai hujan di bulan Agustus. Absurd memang hidup ini. Kadang ketika kita merindu hujan, ia tak kunjung tiba. Sekali datang bikin pusing. Sama seperti Hitler, seorang bocah Austria yang bikin geger Jerman dan bahkan dunia.

Kali ini aku akan menulis tentang Hitler. Sosok yang satu ini rasa-rasanya akan tetap hidup dalam benak para pemujanya. Konyolnya, diantara para fans garis kerasnya, ada juga orang Asia. Wow, aku harap mereka paham apa yang mereka cintai. 

Oke, mari kita mulai beberapa hal menarik tentang Adolf Hitler. Selamat membaca konten ala-ala yang ga penting-penting amat ini. 

Orang Austria Pro Jerman


Fakta Menarik Seputar Adolf Hitler


Sebenarnya ini bisa dipahami, karena Austria dan Jerman begitu dekat. Dua negara ini berbagi bahasa, sejarah dan bahkan penderitaan yang sama. Hitler menjadi salah satu penyatu dari keduanya. 

Ya, meski dikenal sebagai imam besar warga Nazi Jerman, etapi ternyata om Hitler ini kelahiran Austria. Doi lahir pada 20 April 1889. 

Bener sih Austria dan Jerman dekat dan akrab banget. Tapi kalau dianalogikan, maka ada pria kelahiran Malaysia yang jadi fans NKRI harga mati lalu berjuang agar Indonesia bisa menguasai seluruh Asia. Keren! 

Seniman Gagal yang Tersesat

Maksud hati pingin jadi pelukis apa daya malah sukses jadi Kanselir. Itulah nasib Hitler. Dia pernah mencoba masuk akademi seni namun ditolak. Sakit boz!

Alhasil dia malah jadi biang kerok pecahnya perang dunia 2 yang membakar Eropa. Andai rektornya bisa tahu masa depan lebih awal, dia bakalan masukin Hitler lewat jalur prestasi. 

Penyayang Binatang

Siapa sangka tokoh yang kreatif dalam menyiksa orang Yahudi, Gipsi dan komunis ini ternyata punya jiwa perikehewanan yang tinggi. 

Hitler adalah pemimpin yang menginisiasi undang-undang perlindungan hewan. Jadi jangan harap bikin pertunjukan topeng monyet dihadapan beliau. Bisa-bisa besok Anda berakhir di kamp konsentrasi untuk selama-lamanya. 

Motivator Ulung

Kalau yang ini tidak boleh diragukan lagi. Berkat dia, NSDAP yang tadinya bukan partai papan atas akhirnya melonjak dan bahkan berhasil mendominasi politik Jerman.

Itu semua tak lain berkat andil Hitler yang bekerja keras berpidato dari kota ke kota dan membangun basis masa yang kuat. 

Salah satu kelebihan pria berkumis imut ini adalah menjadi singa podium yang mampu menyihir para pendengarnya.

Hitler juga pandai merangkai kata. Bahkan kalimat terkenal di bawah ini ternyata adalah salah satu quotenya. 

Lihat postingan ini di Instagram

#selfreminder #dream #brutaltruth

Sebuah kiriman dibagikan oleh Guritno Adi Siswoko (@guritno.adi.siswoko) pada



Demikianlah sekilas tentang Hitler. Semoga di masa kini dan masa depan kita sebagai manusia bisa mengenyahkan ego dan kepentingan pribadi lalu bergandengan tangan demi kelangsungan bumi. 

Terima kasih sudah membaca. 

Continue reading Adolf Hitler, Salah Satu Pemimpin Paling Absurd Dalam Sejarah

Monday, August 10, 2020

,

Menulis Untuk Kesenangan

Aku mengetik postingan ini sambil menikmati teh hangat. Malam yang dingin harusnya dihabiskan dengan bergulung-gulung di atas tempat tidur. Namun rasa-rasanya aku tak akan bisa nyenyak terlelap sebelum menulis.

Menulis telah menjadi bagian dari hidupku.

Awalnya aku sangat berharap bisa menghasilkan uang dari menulis, dan sampai saat ini aku juga masih berharap. Tetapi kondisi pasaran sedang buruk. Algoritma serta trend yang ada makin membuat penulis kecil tertekan. Artikel dibayar dengan sangat murah. Sedang mengandalkan jumlah view untuk bisa menarik cuan dari adsense juga tidak semudah dulu.

Menulis menjadi sebuah beban.

Akhirnya aku banting stir. Aku tak ingin lagi menulis dengan berpatokan jumlah kata. Aku tak ingin lagi dikendalikan oleh Google Trends ataupun Ubbersuggest. Kusingkirkan jauh-jauh keywords density. Aku mengandalkan intuisiku. Kubiarkan kata demi kata mengalir. Aku menulis untuk senang-senang, sama seperti ketika bermain atau bercinta. 

Ketika sebuah hobi menjadi tuntutan dengan berbalut keuntungan, maka kesenangan yang hakiki berubah menjadi beban yang menyedihkan. Terlebih ketika pemasukan tak sesuai dengan pengorbanan dan harapan. Maka penyesalan yang akan tersisa. 

Aku menulis untuk kelepasan. Sebagai sebuah pelarian dari dunia yang menyedihkan, yang tak mampu memberikan ruang bagi segala pemikiranku. Aku menulis sebagai sarana pembebasan. 

Aku menulis tentang Tuhan dan tuhan. Tentang negara dan filsafat. Tentang pecahan beling, potongan kain atau sobekan kertas. Semua yang laku di mata mesin pencari dan yang juga tak pernah muncul di kotak pencarian. 

Sudah terlampau besar aku investasikan waktu untuk hal-hal yang tidak tepat. Ribuan jam yang aku buang untuk menulis tidak terkonversi sesuai dengan keinginanku. 

Lantas, apa lagi yang bisa aku lakukan, selain menjadi anak kecil yang menyadari bahwa sudah salah langkah? Tentus aja berhenti sejenak untuk kemudian berfikir, kemana kaki harusnya melangkah. 

Itu juga yang kini aku alami. Aku memilih untuk berhenti sejenak, sambil mencari peluang yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan perut maupun otak.

Tetapi aku manusia, bukan bangkai ikan. Aku tak mau terhanyut dalam aliran nasib. Terlabih aku tidak percaya nasib sama sekali. Aku lebih percaya pada kebetulan daripada pada suratan. 

Maka aku putuskan untuk mengatur strategi. Kumulai beberapa proyek pribadi. Semua tidak muluk-muluk, asal bisa memperbaiki diriku menuju posisi yang seharusnya, aku sudah puas. Target yang terlampau tinggi berpotensi menjadi sampah sejarah. 

Intinya aku akan menulis untuk kesenangan. Menulis untuk hobi belaka. Menulis sebagai sarana pembebasan. 

Blog ini juga aku dedikasikan untuk diriku sendiri, bukan pembaca apalagi Google. Mungkin setelah ini aku akan mengadakan sedikit perubahan, khususnya di bidang bisnis penulisan artikel yang aku rintis. 

Sastra koran akan mati. Artikel klikbait dan konten karya buzzer akan makin merajai dunia maya. Sampai sejauh mana tulisan waras bisa ikut berkompetisi?

Namun aku sadari, sebagai orang lemah aku tak berhak menuntut orang lain menuruti mauku. Justru aku yang harus beradaptasi. 

Dalam beberapa hari kedepan aku akan mencoba beberapa inovasi, termasuk membaca lebih banyak buku dan artikel. 

Ada banyak sekali sampah di otak yang menunggu untuk dikeluarkan. Akan menyakitkan jika membiarkannya membusuk di dalam. Maka menulis untuk senang-senang adalah jawabannya.



Terima kasih sudah membaca. 
Continue reading Menulis Untuk Kesenangan

Saturday, August 8, 2020

, ,

Mengenal Lebih Jauh Quora Indonesia, Media Sosial Berbasis Tanya Jawab

Quora adalah salah satu dari sedikit media sosial yang masih aku gunakan secara rutin, meskipun intensitasnya tidak setingi dulu. Mengambil posisi sebagai platform tanya jawab berbasis pengguna, Quora memang sangat menarik.

Seperti yang sudah pernah aku bahas sebelumnya dalam artikel Hal yang Harus Dilakukan dan Dihindari Ketika Bermain Quora, aku sudah banyak membahas secara umum apa yang terjadi dengan Quora Indonesia saat ini. 


Untuk itu dalam postingan kali ini, aku akan berfokus pada dua hal yakni hal-hal yang sedang menjadi trending di Quora Indonesia termasuk drama yang ada di dalamnya serta sedikit panduan agar Anda tidak menjadi target bully atau melakukan kesalahan fatal pada saat ingin bermain di sana. 


Daftar Isi
  • Pencurian Konten
  • Menyerang Secara Personal
  • Spamming
  • Iklan Tersirat
  • Memburu Backlink
  • Trolling dan Menggabungkan Pertanyaan
  • Cerita Fiktif
  • Mitra Kejar Setoran

Pencurian Konten 

Ada beberapa hal yang termasuk dalam kategori pencurian konten disini, antara lain adalah :
  1. Menduplikasi jawaban dari pengguna Quora yang lain. 
  2. Mengambil jawaban dari quorans untuk ditampilkan di blog, media sosial atau media online lainnya di luar Quora. 
  3. Mengambil konten dari luar Quora secara mentah-mentah lalu ditampilkan di situ. 
Mari kita bahas bersama-sama satu persatu agar bisa menjadi lebih jelas adanya. Dimulai dari duplikasi konten.

Jikalau nanti Anda mengikuti beberapa jawaban dari topik semacam hubungan keluarga, kehidupan atau pengalaman, maka akan banyak sekali muncul jawaban yang sama namun di pertanyaan yang berbeda. Ada yang dijawab oleh seorang pengguna dengan menampilkan akun aslinya ada juga yang memanfaatkan fitur anonim.

Anda memang diberi hak untuk menggunakan fitur anonim, baik saat memberi pertanyaan ataupun ketika menjawab. 

Kenapa bisa demikian? Bisa jadi memang penulisnya adalah orang yang sama. Namun kemungkinan lainnya adalah bahwa konten itu telah diduplikasi. 

Apa tujuannya? Bisa jadi ingin meramaikan atmosfer, panjat sosial ataupun mendapatkan keuntungan berupa reward jika pelaku merupakan seorang mitra Quora.

Mitra Quora mendapatkan uang jika pertanyaannya mampu menarik banyak interaksi, baik itu jawaban, dukungan naik maupun komentar. 

Bagaimana dengan poin kedua, yakni mencuri jawaban untuk ditampilkan di luar Quora? Ini cukup menggelikan. Apa pasal? Kita akan bahas setelah ini.

Jadi para pengguna Quora rupanya tak segan untuk membagikan pengalaman mereka termasuk yang berkaitan dengan hal-hal berbau aib keluarga, cerita dewasa maupun sesuatu yang menyerempet pelecehan. 

Semua itu di atas adalah topik yang sangat menggugah minat netizen Indonesia. Lalu muncullah akun di Instagram, Twitter dan Facebook yang mengambil konten itu dan ditayangkan ulang. Tujuannya jelas untuk mendapatkan banyak pengikut tanpa susah-susah membuat konten. 

Tentu hal ini sangat berbahaya, terlebih jika konten yang dicuri berisi hal-hal sensitif termasuk mengandung cerita-cerita yang jika diumbar di masyarakat luas bisa berakibat fatal, semacam saling tuduh dan curiga. 

Tapi bagi para pengelola akun Instagram pencuri konten tersebut, mereka jelas tidak peduli. Beberapa mengaku sudah mendapatkan persetujuan dari sang penulis asli, tetapi banyak yang langsung asal comot.

Bahkan kini ada modus baru, yakni mengambil konten dari Quora lalu ditampilkan di blog besar yang bergengsi dan suah punya nama. Tentu saja ini ada kaitannya dengan dibayar murahnya penulis sehingga bermuara pada kualitas konten yang mengerikan. 

Tentu ini menimbulkan kegeraman luar biasa dari para penulis asli yang merasa tidak mendapatkan rewards berupa endorsment, reward atau bahkan permohonan ijin penayangan ulang konten tersebut.

Beberapa mengambil langkah yang seharusnya, yakni melaporkan ke Google untuk segera melakukan take downTake down atau banned memang hal yang serius, tetapi ada yang lebih mengerikan, yaitu disenyapkan. 

Jadi situs tetap bisa diakses tetapi hilang dari daftar halaman pencarian Google. Cukup mengerikan, bukan? Tentu saja, untuk itu jangan coba-coba melakukan hal ini. 

Lalu yang terakhir adalah kebalikan dari yang kedua, namun jarang sekali di bahas, yakni mencuri konten dari luar Quora dan menayangkannya di situs tanya jawab tersebut. 

Jadi, para quorawan Indonesia berusaha menjawab pertanyaan diri sendiri atau orang lain, namun dengan cara melakukan copy-paste dari blog, situs atau konten media sosial di luar Quora. 

Ada yang memberi sumber di bawah artikelnya, ada yang tidak. Tentu harusnya reaksi yang muncul sama kerasnya, tetapi nyatanya tidak lebih garang dari poin kedua. 

Bahkan ada yang melakukan penayangan tangkapan layar berisi status Facebook, foto Instagram ataupun cuitan Twitter. Bukankah itu sama saja? Silahkan menilai sendiri. 

Inilah yang sangat heboh di Quora Indonesia bahkan hingga tulisan ini dibuat. Lantas kapan reda, namun pasti seiring berjalannya waktu akan reda dengan sendirinya. 

Menyerang Secara Personal

Setiap orang punya pemikiran masing-masing. Pemikiran itu terbentuk dari banyak faktor, semisal pengalaman, buku yang dibaca, berita yang ditonton hingga orang-orang di sekitarnya.

Di Quora, para pengguna dengan baik menunjukan bagaimana konsep pemikiran mereka kepada khalayak ramai. Seharusnya, walau berbeda dan menyinggung kepercayaan serta konsep yang Anda miliki, Anda tidak boleh menyerangnya secara personal.

Bahkan lebih baik Anda diam dan tidak membalas satu katapun, jikalau tidak cukup pandai menulis argumen yang runtut, sopan dan menggunakan kalimat yang masih menaruh hormat padanya. 

Benar, Quora adalah tempat menulis yang baik. Jikalau Anda belum mampu memberi argumen yang seimbang lebih baik jangan mengotori beranda Anda dengan blunder-blunder yang justru membuat Anda tampak konyol. Berlatihlah membalas sesuatu yang tidak Anda sukai dengan cara yang beradab dan elegan. 

Walau begitu memang harus disadari bahwasannya setiap orang punya standar elegan, kesopanan dan etika yang berlainan. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Ini yang susah, tetapi seperti kata Iksan Skuter, memang susah jadi manusia. 

Intinya, Anda bisa memperbaiki Quora Indonesia dengan cara tetap menaruh hormat pada siapapun, termasuk mereka yang berbeda sikap dengan Anda. Caranya adalah dengan tidak menyerang secara personal. 

Spamming 

Ini sudah aku singgung sedikit di artikel sebelumnya, yakni mengenai spamming. Hal ini cukup menghebohkan dan kontroversial. 

Ada beberapa quorans yang sebal karena mereka mendapatkan permintaan jawaban alias pertanyaan bertubi-tubi dari orang-orang yang sama. Padahal pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan diri mereka termasuk kredensial yang mereka miliki. 

Misal Anda mendapatkan pertanyaan, 'siapakah dosen di Oxford yang paling cantik dan bisa dipacari?', padahal Anda lulusan ITB. Jelas hal ini dan semacamnya cukup menggelikan. Tetapi bagi beberapa quorans, ini bukan hanya menggelikan tetapi sudah sampai pada tahap menyebalkan.

Bisa ditebak, muncul drama berikutnya yakni yang menyinggung para pengguna Quora dengan tipikal seperti ini. 

Jangan sampai Anda melakukan kesalahan konyol ini. Cobalah bertanya dan lemparkan pertanyaan itu setidaknya kepada seseorang yang memang ada hubungannya atau memiliki kemungkinan untuk menjawabnya. 

Beberapa akun dari situs yang ilegal juga sudah mulai masuk ke Quora, yakni dengan menulis konten yang berbau tidak baik. Termasuk juga, aku yakin, buzzer politik. 

Rentang pengguna Quora adalah remaja hingga para lansia dengan tingkat pemikiran yang tentu saja berbeda dengan media sosial lain. Mereka memilih Quora tentu karena punya ketertarikan dengan metode tanya jawab seperti ini. Apakah ini mengundang para buzzer untuk ikut bermain menggiring opini seperti biasa? Aku yakin kemungkinan itu ada. 

Iklan Tersirat

Sepertinya hal itu tidak terlalu bermasalah. Jadi Anda adalah seorang pemiliki Toko A, lalu supaya usaha lancar, Anda membuat konten, entah itu jawaban maupun pertanyaan yang mengarah ke Toko A. 

Aku sempat beberapa kali membaca keluhan dari para quorans yang menyadari hal ini. Tetapi sebenarnya untuk mengidentifikasi hal yang seperti ini tidaklah mudah.

Ada saja orang yang memang benar-benar ingin tahu harga dari ayam geprek di resto ini dengan resto sana, perbandingan jumlah busa dari deterjen ini dengan yang sana, atau enak mana kasur di motel ini dengan motel itu. Nah, semua hal di atas sebenarnya berpotensi menyinggung poin yang satu ini.

Jadi, drama yang ini sebenarnya kurang mendapat perhatian, padahal keuntungan yang didapatkan oleh pihak korporat bisa jadi sangat besar. Itulah hebatnya sosial media management dan copywriting. 

Memburu Backlink

Bagi para blogger, SEO expert dan internet marketer, Quora merupakan kesempatan untuk mendapatkan backlink super berkualitas. 

Ini bukan sesuatu yang jahat, ilegal, atau merugikan siapapun asal memang memberikan manfaat dan wawasan.

Seperti misal Anda menjelaskan tentang jenis-jenis ikan air tawar yang ada di Indonesia. Nah, daripada menjejali kolom jawaban dengan banyak sekali informasi yang terlampau padat, maka ada baiknya memberikan semacam catatan kaki atau referensi yang mengarah ke sumber eksternal. 

Di sinilah peran dari backlink. Gunakan kemampuan Anda dalam membuat konten menarik dan berfaedah yang mengarah ke situs pribadi atau klien. 

Dengan jumlah pengguna berjumlah puluhan juta dan kredensial yang mengagumkan, tentu mendapatkan backlink berkualitas di Quora adalah seperti mendapatkan durian runtuh. Ada beberapa fungsi dari tautan balik ini, yaitu : 
  1. Meningkatkan DA/ PA.
  2. Mempopulerkan situs.
  3. Mengunci keywords tertentu.
  4. Mendapatkan trafik. 
  5. Membuat konten viral. 
Asal digunakan dengan cara yang wajar maka tidak masalah. Menjadi menyebalkan jika ternyata tautan eksternal yang ada sama sekali tidak ada kaitannya dengan jawaban atau pertanyaan. Jadi terkesan dipaksakan. Lebih parah lagi jika mengarah ke situs yang tidak baik. 

Quora Indonesia


Trolling dan Menggabungkan Pertanyaan

Apa itu trolling? Mengacau! Jadi Anda mengacau di lapak orang. Bisa dengan menyerang secara personal, menjadikan lapak orang sebagai ajang adu pamer dan keributan. Atau membuat suasana diskusi menjadi tidak nyaman. 

Ada lagi tindakan yang mirip, yakni menggabungkan pertanyaan. Memang ini adalah kebijakan Quora dimana jika ada dua pertanyaan yang esensinya sama, bisa digabungkan saja. Tentu ini menarik sekaligus mempermudah anggota dan bahkan khalayak ramai untuk menemukan apa yang mereka cari. 

Namun ada juga ulah dari beberapa quoran yang asal gabung, yakni menggabungkan beberapa pertanyaan yang berbeda jauh. Alhasil ini adalah tindakan yang menyebalkan. Semoga kita semua dijauhkan dari tindakan yang menyulut keinginan untuk melakukan baku hantam online ini. 

Cerita Fiktif

Topik bertema perselingkuhan, pelakor, disiksa orang tua, hingga ribut sama tetangga merupakan hal yang sangat legit di Quora. Peminatnya bisa ratusan ribu orang. Trafik melimpah. Alhasil muncul banyak cerita yang aku duga sangat fiktif. Kebanyakan diisi oleh mereka yang memanfaatkan fitur anonim. 

Apa keuntungan dari ini semua. Beberapa yang aku duga adalah : 
  1. Meningkatkan jumlah trafik kunjungan.
  2. Panjat sosial.
  3. Iseng.
Beberapa quoran lama maupun baru terang-terangan mengajukan hipotesa bahwa banyak cerita demikian adalah fiktif adanya. 

Bahkan dalam beberapa kesempatan aku membaca ada yang melempar teori jika cerita itu ditulis oleh orang yang sama. Para pengguna yang melempar dugaan ini melengkapi teori mereka dengan fakta bahwa memang ada cerita yang jawabannya punya struktur, kosa kata dan esensi yagn mirip Apakah ini mengindikasikan ada seorang penulis spesialis konten pengundang duka lara sekaligus penarik trafik di Quora? Oh, hebat sekali. 

Mitra Kejar Setoran

Ini adalah masalah klasik sejak Quora Indonesia mengikuti jejak langkah Quora lainnya, yakni membuka lowongan Mitra Quora.

Jadi Mitra Quora akan mendapatkan uang jika pertanyaan yang dibuatnya berhasil meningkatkan interaksi di Quora, semisal komentar, dukungan naik, hingga dibagikan ke luar Quora. 

Tentu ini adalah hal yang wajar di mataku karena perusahaan yang menaungi Quora juga ingin platform ini bertambah populer. Ini juga akan meningkatkan interaksi dengan sangat efektif. 

Namun bola menggelinding liar manakala banyak orang yang ingin jadi Mitra tetapi tidak pernah mendapatkannya. Beberapa drama terkait Mitra ini akhirnya melahirkan istilah yang kurang enak didengar, yakni Mitra Kejar Setoran. 

Beberapa hal yang cukup menghebohkan Quora Indonesia terkait MKS adalah : 
  • Bombardir pertanyaan. Maka jangan heran ada yang punya 1000 pertanyaan lebih. 
  • Ada dugaan MKS menyembunyikan daftar pertanyaan agar tidak kena sindir. 
  • Para MKS menggabungkan pertanyaan agar mendapat benefit. 
  • Ada non-mitra yang merasa iri.
Untuk poin yang terakhir, kenapa bisa iri? Karena pendapatan MKS bukan lagi ratusan ribu, tapi sudah jutaan atau puluhan juta. 

Aku memahami dan mendukung penuh apa yang dilakukan Quora hingga hari ini, karena itu semua bagian dari strategi serta upaya memperkenalkan platform penuh manfaat ini bagi masyarakat. Tetapi dampak dari semua itu, rasa-rasanya memang cukup layak disesalkan. 

Akhirnya aku memilih untuk tidak terlibat drama MKS ataupun drama yang lainnya. Aku hanya menggunakan Quora sebagaimana selayaknya diriku membutuhkannya, yakni sebagai sarana menulis, menambah wawasan sekaligus hiburan. 

Biarlah yang lain sibuk mengomentari ini itu, itu hak mereka. Aku juga tidak mau melawan atau beroposisi terhadap yang demikian. Semua seru dan menyenangkan, sekaligus menghibur. 

Continue reading Mengenal Lebih Jauh Quora Indonesia, Media Sosial Berbasis Tanya Jawab

Wednesday, August 5, 2020

, , ,

Hal yang Harus Kamu Lakukan dan Hindari Ketika Bermain Quora

Ini adalah postingan kedua dalam satu hari, dan lagi-lagi masih terkait artikel yang sebelumnya, yakni tentang Quora.

Saya sarankan setelah ini Anda juga membaca postingan saya di blog ini tentang cara mendapatkan inspirasi menulis dari Quora. Di sana, saya mengulas cukup banyak perihal apa itu Quora dan bagiamana Anda sebagai seorang penulis bisa mendapatkan benefit secara positif dari sana.

Tunggu dulu? Secara positif? Lantas, apa ada yang mendapatkan benefit alias keuntungan dari Quora secara negatif? Banyak sekali namun jika ketahuan mereka akan berakhir menyedihkan. Banyak pengguna Quora yang memiliki kesadaran untuk menggunakan haknya terkait masalah kekayaan intelektual. Untuk itu, berhati-hatilah. 

Bahkan terkait masalah ini (duplikasi dan pencurian konten), pernah menjadi drama yang cukup seru untuk dinikmati tetapi lama-lama membosankan juga. Saya akan membahasnya di postingan berikutnya mengenai drama-drama yang ada di Quora, baik yang bersifat intelektual maupun omong kosong belaka.

Hal yang Harus Kamu Lakukan dan Hindari Ketika Bermain Quora
Tutorial Menggunakan Quora

Baik mari kita mulai. Di artikel ini Anda akan mendapatkan daftar Dos dan Don'ts tentang bermain Quora. Selamat menikmati. 

Daftar Isi

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Bermain Quora
  • Gunakan Identitas yang Wajar.
  • Lengkapi Kredensial Secara Bertanggung Jawab.
  • Perkuat Literasi Digital.
  • Bersikap Hormat.
  • Membuat Konten Berfaedah.
Hal yang Jangan Dilakukan Ketika Bermain Quora
  • Jangan Spam.
  • Jangan Terlibat Drama Tidak Penting.
  • Jangan Membully.
  • Jangan Berdebat Kusir.
  • Jangan Menunjukan Kekonyolan.
  • Jangan Pansos
  • Jangan Mencuri Konten.
  • Jangan Lupa Quora Adalah Media Sosial.
  • Jangan Vulgar Mengungkap Identitas Pribadi.

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Bermain Quora Indonesia 

Tentu Anda harus mengingat salah satu pepatah bijak yang pernah diajarkan bu guru di SD, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hal yang demikian juga berlaku di Quora yang sedang bertumbuh menjadi salah satu lingkaran besar yang mewadahi banyak sekali komunitas dan pribadi.

Silahkan baca daftar berikut agar Anda makin sukses mendapatkan benefit dari Quora Indonesia serta tidak jadi bahan bullying.

Gunakan Identitas yang Wajar

Ingat Facebook sebelum tahun 2017? Banyak sekali Facebooker yang menggunakan nama-nama aneh bin alay. Dan ternyata memang itu sedang trend serta pengelola media sosial tersebut memperbolehkan.

Nah, seiring bertambahnya waktu, Facebook mulai memperketat aturan ini. Bahkan nama asli yang seperti 'palsu' juga akan mendapatkan kesulitan dalam membuat akun baru.

Hal yang sama juga berlaku di Quora, namun pada awalnya sangat banyak celah. Ada banyak Quorans yang memakai nama seperti 'mie ayam', dan yang lain sebangsanya lolos.

Namun di Quora, para moderator nampaknya sering melakukan razia manual. Alhasil nama-nama itu akan dibekukan untuk kemudian diminta mengganti sesuai dengan identitas.

Jika Anda merasa ingin main Quora tetapi tidak nyaman menggunakan nama lengkap, cukup gunakan nama depan atau nama tengah. Itu sudah lebih dari cukup. Semoga saja Anda tidak mendapat surat peringatan dari pengelola.

Lengkapi Kredensial Secara Bertanggung Jawab

Mungkin hanya Quora yang benar-benar memperhatikan kredensial. Namun tetap saja ada yang bercanda mengenai hal ini. Tidak apa-apa, masyarakat kita kan lucu-lucu.

Tapi jangan sekali menulis kredensial yang tidak bertanggung jawab. Bukan dokter tapi menulis dokter. Tidak pernah kuliah tetapi mengaku profesor. Penjual obat herbal menyebut diri sebagai penemu vaksin. Kan berbahaya.

Ini penting, karena akan berpengaruh terhadap machine learning Quora dalam memberi Anda pertanyaan ataupun mendistribusikan jawaban Anda kepada khalayak ramai.

Perkuat Literasi Digital

Tidak semua konten di Quora harus dipatuhi, dianggap benar mutlak maupun diikuti. Anda harus juga punya literasi digital, termasuk selalu wajib menggunakan nalar.

Di alam demokrasi, wajar orang mengungkapkan ide dan opininya. Ingat, semua tindakan Anda tidak bisa serta merta dikaitkan dengan apa yang Anda baca. Anggap Quora sebagai lahan mencari referensi atau pengetahuan tetapi bukan sumber pengetahuan mutlak. Jangan ceroboh dengan mempercayai apapun juga tanpa mempertimbangkan masak-masak.

Bersikap Hormat

Hormati semua pengguna Quora yang lain, mereka juga sama setara dan sederajat dengan Anda. Berinteraksilah dengan tidak ada tendensi, apapun agama, kepercayaan, aliran politik dan latar belakang mereka.

Membuat Konten Berfaedah

Ini yang penting. Jika ingin menjawab, maka menjawablah dengan benar dan baik. Perhatikan tata bahasa, struktur kalimat serta lengkapi dengan referensi. Bisa juga menggunakan gambar atau video pendukung.

Anda juga bisa menggunakan Quora Indonesia sebagai sarana latihan menulis. Buatlah konten yang menarik dan mari kita lihat, sejauh mana apresiasi dari para pengguna yang lain.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Bermain Quora

Jikalau daftar di atas tadi menyebutkan apa yang harus Anda lakukan, maka selanjutnya saya akan berbagi hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan.

Silahkan Anda cermati baik-baik dan timbang sendiri, apakah memang harus dilakukan. Jika iya, patuhilah, jika tidak terserah Anda.

Jangan Spam

Ketika sudah menjdai pengguna Quora yang terdaftar dan akun Anda terverifikasi, maka Anda berhak untuk mengajukan pertanyaan.

Nah, perhatikan poin-poin berikut ini agar Anda terhindar dari kesialan :

  • Bertanya menggunakan struktur yang jelas dan bahasa yang enak dibaca. 
  • Jangan bertanya dengan tujuan untuk menjatuhkan seseorang. 
  • Jangan bertanya dengan bertujuan untuk memancing konten yang berbau aib. Anda mungkin akan mendapatkan banyak jawaban, tetapi juga banyak kritikan. 
  • Jangan membombardir seseorang dengan pertanyaan-pertanyaan Anda.
  • Perhatikan kualitas pertanyaan Anda. 
  • Jika sudah ada pertanyaan yang sama, tidak perlu membuat yang baru. Nanti malah digabungkan. 
  • Jangan hanya bertanya, tetapi juga menjawablah.
  • Bertanya kepada seseorang sesuai kredensial mereka. Jangan sampai lulusan Cambridge Anda tanya bagaimana rasanya berkuliah di Al-Azhar. 
  • Jangan bertanya yang berpotensi menyinggung secara SARA. 

Jangan Terlibat Drama Tidak Penting

Ada banyak sekali drama yang bermunculan akhir-akhir ini. Kebanyakan tidak berguna, tidak berisi, tidak berfaedah tetapi menarik.

Hal ini wajar. Meski demikian, drama di Quora masih belum seekstrim twitwar di Twitter. Meski begitu lebih baik hindari saja. Jangan terlibat. Di postingan selanjutnya saya akan bahas lebih lanjut tentang hal ini.

Jangan Membully

Anda tahu ada jawaban yang konyol, salah dan tidak menarik? Sudah cukup! Tahanlah niat Anda menghina mereka, mungkin mereka juga sedang belajar menulis.

Tidak perlu membully habis-habisan. Termasuk pada tingkah polah lainnya yang memang menggoda tangan untuk bereaksi. Saran saya, jangan. Akan ada banyak orang lain yang menghukumnya.

Jangan Debat Kusir

Ada banyak perdebatan sengit di Quora Indonesia maupun Internasional. Meski berlangsung panas, tetapi yang ada adalah adu argumen berdasarkan data dan opini yang menambah wawasan. Debat seperti ini yang nikmat untuk diikuti, segalak apapun pesertanya.

Tetapi jika memperdebatkan hal-hal yang memang tidak terlalu penting, tidak berfaedah dan hanya menimbulkan kerugian, maka jangan lakukan. Anda bukan kuda.

Jangan Menunjukan Kekonyolan

Kekonyolan di sini adalah seperti merendah untuk meninggi ataupun berbohong. Membuat konten yang mengundang simpati berurai air mata namun pada dasarnya hanyalah fiktif belaka. Quora banyak orang cerdas. Kuatkan mental untuk dikritik jika tetap melakukannya.

Jangan Pansos

Tidak perlu panjat sosial. Tidak ada gunanya jika hanya untuk main-main. Kecuali Anda punya tujuan dan itu merupakan strategi, maka silahkan saja. Pasti Anda juga tahu resikonya.

Jangan Mencuri Konten

Seperti yang sudah saya bahas di postingan sebelumnya, Quora bisa menjadi lahan mencari pengetahuan dan wawasan baru. Termasuk diantaranya adalah sumber inspirasi menulis.

Nah, ada banyak oknum yang kemudian mencuri konten-konten dari Quora lalu menayangkannya di tempat lain. Padahal ada yang bahkan tertera tidak untuk direproduksi. Tentu hal ini menimbulkan keresahan. Jangan lakukan, ini adalah perbuatan tidak sopan dan tercela.

Jangan Lupa Quora Adalah Media Sosial

Ya, ini dia. Mungkin Anda ketemu seribu atau dua ribu pengguna Quora luar biasa dengan wawasan ciamik dan konten menarik. Lalu kemudian Anda menjadi sombong seakan-akan baru bergabung dengan sebuah klub paling elit di jajaran galaksi bima sakti dan menyepelekan orang lain.

Salah besar jika Anda bersikap seperti ini. Quora, termasuk juga LinkedIn yang tersohor itu tetaplah media sosial. Tidak perlu bersikap elitis seperti itu. Malu-maluin.

Demikianlah tulisan saya kali ini. Untuk kurang dan lebihnya, saya mohon maaf. Terima kasih sudah membaca.
Continue reading Hal yang Harus Kamu Lakukan dan Hindari Ketika Bermain Quora
, ,

Quora, Situs Tanya Jawab Terbaik Tempat Mencari Inspirasi Menulis

Udara dingin di bulan Agustus memang menyebalkan, namun tetap harus dinikmati. Sama seperti menulis, jika sudah menjadi bagian dari hidup, tidak akan bisa berhenti.

Kali ini saya akan berbagi sedikit wawasan mengenai Quora. Media sosial satu ini benar-benar luar biasa, karena di sana ada banyak sekali pengetahuan berharga yang bisa Anda ambil. 

Postingan ini bisa sangat panjang dan membosankan, padahal ada banyak tips menarik di dalamnya termasuk cara mendapatkan banyak followers serta benefit dari Quora. Untuk itu, saya sudah memutuskan membagi artikel ini menjadi beberapa bagian. Dan yang sedang Anda baca adalah bagian pertamanya. 

Apa yang akan kita bahas kali ini? Berikut adalah poin-poin yang akan saya bagikan dan selamat membaca. 

Daftar Isi
  • Apa itu Quora?
  • Quora Sebagai Sumber Inspirasi Menulis
  • Tutorial Mendapatkan Inspirasi dan Pengetahuan dari Quora

Apa itu Quora?

Quora, Media Sosial Inspiratif
Quora, Media Sosial Inspiratif

Secara singkat, Quora adalah media sosial, sama seperti Facebook, Twitter, Instagram ataupun LinkedIn. Namun, seperti masing-masing socmed, Quora memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh yang lain.

Jadi, Quora memfokuskan diri sebagai situs tanya jawab antar pengguna. Di dalam Quora, ada sebutan quorawan / quorawati. Ada juga yang menggunakan istilah Quoran. Ini merujuk pada para pengguna media sosial tersebut.

Quora memiliki banyak versi, yang terbesar tentu saja Quora Internasional yang menggunakan bahasa Inggris. Di samping ada beberapa cabang regional / lokal lain, seperti Quora Jepang, Quora Italia, Quora Perancis dan Indonesia.

Untuk mengakses Quora secara maksimal, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Berikut adalah sebagian diantaranya :

1. Mengunduh aplikasi Quora di Playstore / App Store.
2. Mengakses Quora lewat Id.Quora.com untuk bahasa Indonesia.
3. Mendaftar menjadi pengguna dengan menggunakan Google Account atau Facebook.

Lantas apa yang bisa dilakukan di Quora? Jangan harap untuk update status seperti di Facebook atau upload photo layaknya Instagram. Quora juga tidak punya fitur menulis postingan seperti LinkedIn.

Namun, di Quora, pengguna bisa membuat pertanyaan atau menjawab pertanyaan. Nah, dengan menjawab pertanyaan, Anda bisa berbagai pengetahuan, pengalaman atau opini. Bisa juga melengkapi itu semua dengan tautan ke blog / situs yang dirujuk maupun foto pendukung.

Jadi tetaplah bisa dikatakan Quora merupakan media sosial, karena bisa saling berbagi postingan, meskipun melalui pertanyaan ataupun jawaban.

Quora Sebagai Sumber Inspirasi Menulis

Quora Sumber Inspiras Menulis
Quora Sumber Inspiras Menulis
Ini adalah pengalaman saya. Menulis merupakan sebuah kegiatan yang menantang sekaligus mengasyikan. Tentu saja untuk bisa menulis, kita harus tahu apa yang ingin ditulis.

Lalu bagaimana mencari ide yang menarik? Ada banyak caranya, dan salah satu diantaranya adalah dengan Quora.

Jika Anda belum pernah bermain media sosial yang satu ini, maka segeralah mencoba. Ada banyak konten yang sangat berharga,

Di Quora, Anda akan menemukan banyak sekali pertanyaan menarik yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya.

Secara garis besar saya membagi pertanyaan dan jawaban di Quora menjadi 3 jenis, yakni :

  1. Berpotensi menambah pengetahuan.
  2. Berisi pengalaman berharga.
  3. Mengandung opini pribadi.
Konten jenis pertama sangat banyak. Anda akan tahu seperti apa negara bernama Yugoslavia yang kini sudah bubar, atau bagaimana sebenarnya kisah di balik Vladimir Tepes yang terkenal dengan nama Drakula.

Ternyata quorawan/wati Indonesia benar-benar cerdas. Rasa-rasanya mendapat kuliah atau konsultasi gratis dari berbagai topik, mulai dari kesehatan hingga tutorial investasi.

Selain itu, ada juga yang tidak mengandung pengetahuan spesifik tapi tetap sangat berharga karena dari sana saya bisa mendapatkan pengalaman berharga.

Quora bisa jadi semacam sumber tukar pengalaman, baik itu seputar memilih universitas, membeli mobil ataupun menggunakan jasa layanan tertentu. 

Ada juga konten yang berisi asumsi, argumen, ide ataupun opini pribadi. Pertanyaan seperti bagaimana menurutmu mengenai keputusan menteri ini....., dan sebagainya juga bisa Anda jadikan sarana mengorganisir opini agar bisa menjadi konten yang menarik, runtut dan bermanfaat. 

Dari semua konten menarik itu, sangat sayang jika menguap begitu saja. Maka, saya mulai menyeleksi mana yang cocok untuk dijadikan bahan postingan di blog, website, ataupun media sosial yang lain. Intinya, Quora adalah salah satu sumber inspirasi yang baik. 

Tutorial Mendapatkan Inspirasi dan Pengetahuan dari Quora


Mencari Inspirasi Menulis di Quora
Mencari Inspirasi Menulis di Quora

Ini adalah poin terakhir dalam bahasan kita. Di sini aku akan membagikan sedikit tutorial untuk bisa memaksimalkan Quora sebagai inspirasi menulis. 

  • Ikuti topik yang bermanfaat, menarik, punya banyak peminat, ataupun hal yang baru bagi Anda. Ada banyak topik, seperti agama, sosial, hukum, hingga relasi antar pasangan. 
  • Ikuti beberapa quorawan atau quorawati yang menurut Anda benar-benar memberikan manfaat dalam setiap jawabannya. Hal ini akan membantu algoritma Quora untuk menyajikan konten yang cocok untuk Anda. 
  • Lengkapi kredensial dengan baik. Gunakan nama asli. Ini sangat berguna agar Anda tidak dibully oleh pengguna Quora atau di-banned oleh moderator.
  • Ada fitur simpan. Ini mirip layanan 'baca nanti'. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyimpan konten yang menarik. 
  • Ada fitur Ruang. Seperti Sahabat Satwa, Dunia Pendidikan dan Parenting, Wirausaha Sosial, dan masih banyak lagi. Silahkan ikut dan dapatkan banyak konten yang sesuai atau Anda butuhkan. 
Masih banyak lagi hal yang akan saya bagi, termasuk cara agar Anda tidak dibully di Quora akibat kesalahan konyol yang mungkin Anda lakukan. Ingat, sebagai sosial media, Quora tentu punya atmosfer tersendiri. Ini akan saya bagikan di postingan yang lain. 

Demikian, terima kasih sudah membaca. Silahkan berkomentar bila perlu. Salam. 
Continue reading Quora, Situs Tanya Jawab Terbaik Tempat Mencari Inspirasi Menulis

Sunday, August 2, 2020

,

Menulis Sebagai Upaya Meneliti Diri Sendiri

Sore hari di Minggu yang cerah. Aku terkena flu. Lendir menetes keluar dari lubang hidungku, sedang kepalaku menjadi sedikit berat. Tulang-tulangku juga ngilu. Pasti ini karena perubahan suhu udara yang cukup ekstrim, dingin lalu panas terik. Meski demikian, aku menolak untuk berhenti menulis.

Sudah terasa cukup dramatis? Tentu saja tidak. Jika mampu membuat naskah dramatis, aku akan menjualnya bukan menampilkannya di blog ini. Ini adalah blog pribadi, tempatku membuang segala pemikiran absurd yang memenuhi kepalaku.

Meski demikian, bukan berarti tidak menghasilkan uang. Lihat saja bagian kanan, ada terpasang widget jasa yang aku tawarkan untuk kalian, para blogger yang mungkin butuh artikel.



Oke, cukup sudah prolognya, kali ini aku ingin membahas tentang menulis. Tentu ini sebuah tema super absurd nan klise. Sudah dibahas jutaan orang, yakni para penulis itu sendiri.

Penulis membahas aktivitas menulis? Mengapa tidak? Terlebih kali ini aku menawarkan sesuatu yang mungkin belum pernah kalian temukan, yakni hipotesa yang meracau di kepalaku : menulis sebagai aktivitas menyelidiki diri sendiri.

Mungkin beberapa dari kalian sangat ahli menjadi detektif yang membongkar isu perselingkuhan tetangga, memburu kasak-kusuk yang ada di masyarakat ataupun meneliti yang sedang ngetrend di Facebook.

Tetapi sudahkah kalian meneliti diri sendiri? Sejauh mana kalian menyadari diri kalian?

Berkali-kali (sampai bosan aku) mengatakan di berbagai kesempatan dan artikel bahwa internet memiliki sihirnya sendiri. Ia bisa membuat orang yang tadinya berpikiran sempit menjadi terbuka. Di kasus yang lain, internet juga bisa membuat orang makin radikal.

Orang jaman sekarang dengan mudah menemukan apa yang mereka kira sedang mereka cari, lalu merasa itu adalah jawaban yang sebenarnya. Padahal mereka hanya sedang mencari apa yang mereka kira adalah jawabannya. Mereka hanya mencari penegas. Mereka sudah menemukan jawabannya.

Sebagai contoh : apakah LGBT adalah penyakit atau merupakan orientasi natural manusia. Apapun opini yang ada, Anda bisa menggunakan internet untuk memperkuat hipotesa yang selama ini Anda miliki, bukan mencari sebuah sudut pandang baru yang mungkin berlainan.

Hal ini bisa menjadi semakin parah. Orang tidak lagi mencari fakta bahwa di balik perintah bunuh diri melalui peledakan, ada kepentingan yang sangat oportunis. Mereka justru bisa-bisa sibuk mencari hal-hal yang membenarkan fenomena itu.

Di sinilah nalar dipertaruhkan. Sebuah hal yang ingin kubagi pada kalian : ketika sudah tahu salah, segeralah berbalik arah.

Gunakan internet dan modal literasi yang kalian miliki untuk mencari ilmu baru, wawasan baru dan kebenaran baru, bukannya justru melulu memperkuat argumen. Di sanalah nanti akan ada dialektika sehat yang berpotensi melahirkan peningkatan kualitas berpikir dan bertindak.

Menulis, sejatinya juga bisa sangat membantu dalam mencari kesejatian diri. Menemukan apa yang sebenarnya masih diragukan, lalu kemudian mencari hal itu dengan baik.

Bagaimana mau berobat jika tidak sadar bahwa dirinya sakit. Nah, dengan menulis, kalian bisa mencari apa yang selama ini sebenarnya kalian anggap sebagai sebuah pandangan dunia atau world view.

Lantas bagaimana caranya? Mudah, berikut adalah beberapa hal yang bisa kalian lakukan. Jangan terpaku pada langkah di bawah ini, temukan sendiri dan modifikasi formula yang cocok dengan diri kalian.

1. Tentukan sebuah topik.

2. Susun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan topik itu.

3. Jawab sesuai dengan pengetahuan yang kau miliki.

4. Tanya terus. Gunakan kombinasi 'mengapa?', 'bagaimana jika...?', atau 'apa benar?'.

Sebagai latihan, mari kita coba dengan pertanyaan paling laris segala abad : Apakah Tuhan Ada?

Apakah Tuhan Ada? Menurutku Tuhan ada. Tetapi di mana dia? Apa dalam hidupku hingga hari ini aku pernah bertemu dengannya? Dalam doa? Mimpi? Perasaan? Apakah itu benar Tuhan atau diriku sendiri yang berbicara kepadaku seolah-olah itu Tuhan?

Silahkan lanjutkan sendiri, sukses Anda sendiri yang menanggung. Asal jangan jadi gila, maka nanti kalian akan menemukan suatu pencerahan baru tentang diri sendiri. Kalian akan memahami bagaimana sebenarnya diri kalian berpikir. Tidak lagi dikelilingi kabut dari opini orang lain yang menyetirmu selama ini.

Lebih bagus lagi jika hasilnya adalah berupa narasi yang runtut. Menulis memang tidak bisa sembarangan, kecuali kalian tidak ingin dibaca siapapun.

Bahkan dengan struktur yang jelas, runtut dan rapi saja seseorang bisa punya penafsiran yang berbeda, apalagi jika dibuat dengan acakadut. Pasti akan kacau nantinya.

Untuk itu, menulis juga punya tantangan sendiri, yakni mengorganisasikan keinginan, harapan, opini, argumen dan ide agar bisa dicerna oleh orang lain dengan lebih baik.

Bentuk artikel listicle yang sedang ngetrend dewasa ini sangat membantu dalam hal mengorganisasikan ide dan gagasan.

Kalian bisa menemukan berbagai referensi jitu tentang hal ini. Intinya adalah membagi gagasan menjadi sub-gagasan lalu mengolahnya agar bisa runtut dan enak dinikmati.

Aku sendiri memberi tantangan apakah diriku sudah cukup mengenal insan yang ada di dalam hatiku. Caranya adalah dengan membuat tulisan-tulisan yang berasal dari hasil dialektika dengan diri sendiri.

Sebenarnya tanpa menulispun kalian bisa berdialog dengan diri sendiri. Namun dengan adanya tulisan, maka kalian akan bisa melihat perkembangan pemikiran yang sudah kalian alami dari waktu ke waktu. Ingat, semua bisa berubah. Termasuk diri manusia.

Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

Continue reading Menulis Sebagai Upaya Meneliti Diri Sendiri

Saturday, August 1, 2020

, ,

Menjadi Penulis Online di Era Digital, Sebuah Fatamorgana Memilukan

Aku menulis artikel ini sembari minum kopi hitam dan duduk santai memangku laptop. Udara sejuk bulan Agustus benar-benar menyegarkan. Dingin namun menyenangkan. Sedang matahari lamat-lamat keluar dari peraduannya. Tenang, ini bukan cerpen atau dongeng, meski pembukaannya begitu klise.

menjadi penulis online


Menjadi penulis artikel di era internet seperti sekarang ini adalah sebuah fatamorgana. Salah ambil strategi, Anda akan berakhir menyedihkan. Untuk itu dalam artikel kali ini, aku akan sedikit berbagi mengenai beberapa hal tentang menjadi penulis artikel yang benar.

Benar? Menurut siapa? Bukankah kebenaran itu relatif? Tentu saja, tetapi setidaknya sebagai seseorang yang sudah menggeluti bidang ini selama 13 tahun terakhir, aku memberanikan diriku dalam menyusun beberapa nasihat atau panduan sederhana ini.

Sebelum masuk ke inti pembahasan, aku hanya ingin mengingatkan Anda : berhati-hatilah pada apa yang Anda baca. Salah-salah, maka bukannya untung namun buntung.

Ada banyak sekali kelas menulis, komunitas menulis ataupun buku-buku cara menjadi kaya melalui menulis artikel. Apakah semua itu berfaedah? Dalam beberapa kasus iya, namun banyak yang abal-abal, ditulis oleh mereka yang kredensialnya meragukan.

Payahnya lagi, ada orang yang jadi kaya raya berkat hal itu. Unik bukan? Dia jadi kaya karena menulis buku cara menjadi kaya raya. Darimana uangnya? Tentu saja dari para pembaca yang dibuai mimpi indah.

Jadi haruslah diingat bahwa kesuksesan mensyaratkan tiga hal : ketekunan, kecerdikan dan keberuntungan. Kombinasi dari ketiganya akan membawa kejayaan yang sejati, termasuk bagi Anda semua yang ingin menjadi penulis.

Semoga di titik ini Anda paham satu hal, jangan lagi mudah percaya pada ebook atau artikel yang menggiurkan yang memberi fatamorgana tentang legitnya dapat keuntungan dari menulis.

Sekarang kita akan mulai masuk ke dalam inti pembahasan, yakni menjadi penulis di era digital seperti sekarang ini.

Ada beberapa fakta yang harus disadari, yakni menulis di zaman ini sangat berbeda jauh dengan menjadi penulis di masa lalu. Media cetak sudah nyaris musnah, namun selera baca masyarakat juga belum bagus-bagus amat.

Kita akan mulai pembahasan dari poin tersebut di atas, agar Anda bisa benar-benar menyadari faktanya lalu mulai mempertimbangkan apa sudah cukup berkompeten untuk menyelami dunia kepenulisan di Indonesia.

Daftar Isi
  • Penulis adalah Menulis dan Menghasilkan Uang 
  • Mencari Media yang Menerima dan Membayar Tulisan Anda
  • Murahnya Harga Sebuah Tulisan
  • Menulis Satu Topik atau Banyak Topik
  • Berbagai Profesi Penulis di Indonesia 
  • Ini Polanya : Bersemangat - Salah Jalan - Frustasi 

Penulis adalah Menulis dan Menghasilkan Uang

Anda tahu petani? Betul, petani adalah seseorang yang melakukan aktivitas atau pekerjaan berupa bertani lalu mendapatkan penghasilan dari hal itu.

Sama juga dengan penulis. Jika Anda benar-benar mengaku adalah seorang penulis, maka sejauh mana Anda mendapatkan uang dari aktivitas menulis Anda?

Menjadi penulis berarti menulis dan mendapatkan uang. Simpelnya seseorang menghasilkan tulisan lalu ia dibayar.

Ini sangat berbeda dengan misalnya menulis puisi di blog, membuat argumen di dinding beranda Facebook untuk melayani debat kusir dari pihak lawan atau bercurhat di Quora.

Jika dari sana Anda mendapatkan uang, baik itu dari AdSense, organisasi yang mempekerjakan Anda ataupun karena status Mitra Quora, maka Anda adalah seorang penulis. Anda menulis dan mendapatkan uang dari sana.

Namun jika hanya menyalurkan hobi, tentu saja kurah afdol jika melabeli diri sebagai penulis, meski ini sah-sah saja. Toh, itu juga hak Anda.

Analoginya sama dengan anak band. Apa perbedaan Jerinx dan Superman Is Dead dengan sekumpulan remaja tanggung yang menyewa studio setiap akhir pekan untuk bermusik? Tentu saja banyak, salah satunya adalah profesionalitas. SID mendapat bayaran dari hasil karya mereka, sedang band amatir tersebut masih berjuang untuk bisa menjual karyanya. Jadi mereka belumlah profesional.

Lalu bagaimana dengan Anda? Ingin benar-benar menjadi penulis atau penulis online? Maka segera susun strategi. Ketahui kunci dan akar masalahnya, yakni bagaimana mengkonversi tulisan menjadi uang.

Tanpa memahami hal ini, niscaya hanya akan hidup dalam fatamorgana, yakni menghasilkan sekian puluh cerpen, sekian ribu artikel dan entah berapa puisi namun tidak mendapatkan benefit finansial dari itu semua.

Mencari Media yang Membayar Tulisan Anda

Sama seperti pelukis, yang selesai membuat lukisan lalu menjualnya, demikian juga Anda. Jika memang serius, maka mau tak mau harus menjual tulisan. Ke mana? Ke mana saja yang mau membayarnya. Paling umum memang media online.

Media offline alias cetak juga tidak masalah. Bahkan kredebilitas Anda akan makin meningkat. Uang dapat, karir menanjak, kredensial makin bersinar. Siapa yang tidak bangga jika opininya ditayangkan di koran Kompas, atau liputannya masuk Kedaulatan Rakyat?

Nah, berbicara mengenai media yang mau membayar tulisan dari para kontributor, ini gampang-gampang susah.

Secara umum ada dua jenis media, yakni yang langsung membayar setiap artikel yang lolos kurasi. Sedang yang kedua adalah yang memberi kompensasi berdasarkan jumlah tayang. Kita akan membahas keduanya.

Beberapa media besar seperti Tempo, Kompas, Jawa Pos siap langsung membayar tulisan dari para kontributornya. Beberapa media online yang lahir di zaman digital juga demikian, seperti Kumparan, Kincir, Tirto dan Mojok. Syaratnya adalah lolos kurasi.

Apakah ini mudah? Sangat susah sekali. Anda harus membuktikan kepada seseorang di balik meja redaksi bahwa tulisan yang dikirimkan memang layak tayang. Bermanfaat bagi masyarakat dan tentu saja bagi media tersebut.

Mana mungkin ada yang mau menayangkan artikel abal-abal, cerpen yang tidak bermutu, puisi aneh ataupun opini yang tidak jelas. Kredibilitas media mereka sedang dipertaruhkan.

Lalu yang kedua adalah mengirim ke web yang siap menayangkan artikel dan memberi kompensasi berupa uang berdasarkan jumlah tayang. Di sini, tulisan Anda bisa makin besar potensinya untuk ditayangkan. Tetapi cuan atau uang yang didapatkan bisa sangat memprihatinkan. Kecuali Anda mampu untuk mendapatkan banyak viewers.

IDN, UC News, Pojokin dan Digstraksi adalah situs yang memilih untuk membayar kontributor mereka dari jumlah tayang.

Mana jenis situs yang Anda pilih? Jangan salah pilih. Ketahui karakter dan kompetensi sendiri. Jika memang mampu membuat artikel viral, pilihlah yang kedua. Uang yang didapatkan bisa tidak terbatas.

Namun jika tidak ada kemampuan membuat judul klikbait dan lebih suka artikel padat mendalam, rasa-rasanya lebih cocok di golongan yang pertama.

Murahnya Harga Tulisan

Banyak penulis yang juga nyambi sebagai blogger. Dengan memiliki blog pribadi, ada banyak keuntungan yang didapatkan. Salah satunya adalah AdSense dari Google ataupun yang lainnya.

Tetapi jangan sampai tertipu. Besaran uang yang diberikan perusahaan periklanan kepada partner, yakni para blogger yang menayangkan iklan dari mereka, sangat memprihatinkan.

Sebagai curhat pribadi, aku (pernah) memiliki blog dengan visitor (bukan views) harian 5000+ dan hanya mendapatkan reward tidak sampai tiga puluh ribu perhari. Blog yang lainnya lebih parah, terkadang hanya seribu atau dua ribu perak perharinya.

Hal yang sama juga terjadi di dunia kepenulisan artikel. Membuat sebuah artikel yang baik dengan 1000-1500 kata yang lengkap beserta gambar, infografis dan tautan yang kredibel jelas adalah sebuah perjuangan besar. Berapa harganya? Paling hanya sekitar 200 ribu.

Memang ada beberapa web berbasis berita yang memberi di atas 300 ribu, namun bayangkan dengan situs luar negeri. Sangat jauh. Untuk itu, benar-benar pahami bahwa Anda harus bekerja keras.

Membuat artikel bermanfaat sangat bagus, terlebih yang lengkap dan mendalam. Namun juga harus berpacu dengan waktu. Ingin dapat penghasilan bulanan sekitar 7-8 juta perbulan? Silahkan utak-atik sendiri pakai matematika dasar, maka akan ketemu berapa artikel yang Anda harus buat. Jika kurang dari itu, maka pendapatan Anda pasti di bawah UMR. Jadi silahkan cari pekerjaan lain yang lebih menguntungkan.

Menulis Satu Topik atau Banyak Topik

Jawabanku untuk Anda adalah tegas : menulis banyak topik. Kuasai semua topik, genre dan metode. Jangan hanya satu saja. Ini jaman yang keras. Ada banyak sekali orang yang ingin jadi kaya lewat menulis, bukan hanya Anda. Maka cari celah sebanyak mungkin.

Cobalah menulis review buku, ulasan politik, prediksi pertandingan, cerpen panas, humor satir, atau iklan produk. Makin banyak variasi topik yang dikuasai, makin besar peluang mendapatkan honor.

Anda gagal bikin artikel lucu di Mojok, segera coba bikin ulasan bola dan kirim ke Pandit Football. Susah bersaing sama para ahli sejarah di Historia? Coba aja susun resep ayam geprek model baru dan kirim ke Yummy Id. Pokoknya kalau mau dapat bayaran ya harus banyak inovasi.

Kecuali Anda penyair sekelas Pak Sapardi Djoko Damono. Bukan hanya satu, tetapi semua media akan merasa bangga jika berhasil menayangkan puisi beliau. Atau Romo Magniz yang merupakan begawan filsafat tanah air. Koran manapun akan bersukacita dikirimi email dari beliau.

Mereka-mereka adalah para penulis yang sangat ahli di bidangnya. Bukan hanya ahli tetapi bisa dibilang raja. Ingin seperti mereka? Kuasai sebuah bidang ilmu. Bisa astronomi, fisika kuantum atau ekonomi makro. Tetapi ingat, Anda menulis untuk bangsa Indonesia, yang masih menyukai kearifan lokal semacam genderuwo, perselingkuhan maupun gosip. Paham, khan?

Berbagai Profesi Penulis di Indonesia

Kita sudah membahas cukup banyak hal dan semoga sudah memberikan insight baru agar tak terjerumus pada histeria ingin kaya dari menulis.

Oke, sekarang sampailah kita ke salah satu bagian emas dari artikel ini. Aku akan memberikan beberapa daftar profesi penulis yang laku di Indonesia.

Penulis Artikel

Ini sudah kita bahas cukup banyak di bagian sebelumnya. Jadi ini adalah profesi yang bertugas menulis artikel lalu menjualnya. Bisa dengan cara membuka jasa penulisan artikel atau mengirimnya ke situs yang membayar para kontributor.

Cerpenis

Adalah profesi penulis yang menghasilkan karya berupa cerpen. Jangan salah, di jaman digital ini, justru cerpenis adalah yang paling terbuka lebar peluangnya? Tahu web semacam Storial atau Wattpad? Nah di sanalah Anda bisa menjual cerpen.

Penyair

Penulis yang menghasilkan karya berupa sajak atau puisi. Cukup sulit untuk jaman sekarang, kecuali memang masih harus pakai cara old school, yakni bikin buku atau mengadakan pertunjukan.

Ghost Writer 

Tidak semua esais atau kolumnis menulis sendiri ulasannya. Ada juga yang menggunakan jasa ghost writer, yakni seorang penulis yang menulis untuk orang lain. Ada juga yang menulis buku atau bahkan jurnal.

Copywriter

Ini yang paling legit. Anda harus mencobanya. Jadi Anda menulis artikel yang disisipi dengan hal-hal yang berbau marketing dan biasanya sangat soft sekali. Jadi ada kombinasi antara edukasi dan marketing. Banyak perusahaan yang mulai sadar pentingnya profesi ini.

Editor

Walau tidak menulis, tetapi bebannya jauh lebih berat lagi, yakni menentukan apakah suatu tulisan layak tayang atau tidak. Dia juga harus mengkoreksi kesalahan dasar dan tanpa harus merubah makna sebenarnya yang ingin disampaikan oleh penulis.

Itulah sekilas daftar profesi penulis online yang bisa Anda coba. Silahkan pilih dan tentukan mana yang paling cocok dengan Anda.

Ini Polanya : Bersemangat - Salah Jalan - Frustasi 

Nah, sekarang Anda sudah memahami bagaimana tidak mudahnya menjadi penulis online. Jika belum menyadarinya juga, di poin terakhir ini aku akan memberi pamungkasnya.

Pola yang biasanya dialami oleh penulis gagal adalah bersemangat di awal, karena ingin kaya raya serta merasa tulisannya spesial. Lalu kemudian salah jalan karena tidak memahami strateginya. Akhirnya frustasi, bahkan menghina profesi ini setelah tahu tidak menghasilkan.

Aku akan memberikan salah satu contohnya. Semoga bisa memberikan beberapa pemahaman yang mendalam.

Tersebutlah Joni yang suka menulis di sela-sela waktunya. Ia kemudian terpikir satu ide untuk mengkonversi tulisannya menjadi uang.

Ia merasa dirinya spesial, tulisannya bagus dan begitu yakin banyak yang akan menyukainya. Tetapi dia tidak tahu pangsa pasar dari masyarakat Indonesia, serta belum paham bagaimana kerasnya persaingan para penulis.

Akhirnya berkali-kali ia mengirim puisi dan cerpen. Artikel serta opini. Tidak ada satupun yang ditayangkan. Ia frustasi. Ia melihat panduan cara kaya dengan jadi blogger yang bertebaran. Ia terbius.

Ia akhirnya membuat blog, mengisinya dengan banyak artikel dan mengandalkan pemasukan dari Google AdSense serta MGID.

Hasilnya juga sama memprihatinkan. Dia tidak memahami SEO, tulisannya sangat tidak human friendly serta kurang pandai mendesain web.

Selama dua tahun, total penghasilan AdSense dari blognya hanya cukup beli bensin tiga liter. Ia frustasi lalu berhenti jadi penulis.

Semoga apa yang terjadi dengan Joni tidak Anda alami. Pahami kondisi serta susun strategi yang pas. Lalu yang terpenting, jangan mudah tertipu iklan-iklan dengan iming-iming penghasilan besar.

Call To Action. 

Hi, saya adalah Guritno Adi, pengasuh di blog guritnoadi.com yang sedang Anda baca ini. Jika Anda membutuhkan artikel untuk blog atau situs Anda, silahkan hubungi saya.

Jika Anda tertarik dengan dunia kepenulisan, mungkin beberapa tips dan tulisan di blog ini bisa membantu. Saya rutin menulis di setiap akhir pekan, jadi nantikan artikel saya selanjutnya.

Terima kasih sudah membaca. Semoga hari Anda menyenangkan. 
Continue reading Menjadi Penulis Online di Era Digital, Sebuah Fatamorgana Memilukan